Hadits-Hadits Tentang Telaga Rasulullah Saw (bag. 1)




Pertama

Dari Abdullah, Rasulullah bersabda “Aku mendahului kalian atas telaga. Dan sesungguhnya akan ditampakkan kepadaku para laki-laki dari kalian selanjutnya ditarik dari sisiku. Kemudian aku berkata, ‘Wahai Rabbku, para sahabatku…..’ Kemudian dikatakan, ‘Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dibuat-buat setelahmu.” (HR Bukhari)

Al Qasthalani menjelaskan bahwa perkataan ‘Aku mendahului kalian atas telaga’ maknanya adalah mendahului kalian, karena aku akan membenahi dan mempersiapkan telaga itu untuk kalian. Makna lebih dalamnya adalah orang-orang yang datang tujuannya untuk membenahi apa yang ada sehingga orang-orang yang datang bisa merasa nyaman. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang mendapatkan telaga tersebut, tanpa disiksa terlebih dahulu. Semoga Dia Yang Mahamulia dan Maha Memberi. Hadits tersebut adalah kabar gembira yang agung bagi umat Muhammad Saw. Semoga Allah menambah kemuliaan beliau.




Kedua

Dari Anas bin Malik, Nabi Saw berkata, “Akan datang kepadaku orang-orang yang menjadi sahabatku ke telaga. Sehingga tatkala aku mengenal mereka, tiba-tiba mereka ditarik dengan keras dari sisiku. Kemudian aku berkata, ‘Para sahabatku …..’ Kemudian (Allah) berkata, ‘Engkau tidak mengetahui apa yang dibuat-buat setelahmu.’” (HR Bukhari)

Al Qasthalani menjelaskan bahwa perkataan ‘Akan datang kepadaku orang-orang yang menjadi sahabatku’ maksudnya dari umatku ‘ke telaga, sehingga tatkala aku mengenal mereka, tiba-tiba mereka ditarik’ maknanya ditarik sangat keras ‘dari sisiku’, maksudnya dari dekatku. ‘Kemudian aku berkata, para sahabatku…’ dengan gaya bahasanya menunjukkan jumlah yang sedikit. ‘Kemudian (Allah) berkata, ‘Engkau tidak mengetahui apa yang dibuat-buat setelahmu.” maksudnya melakukan perbuatan maksiat-maksiat sehingga menjadikan mereka ditolak dan dihalang-halangi dari meminum telaga.

Ketiga

Dari Sahal bin Sa’d, dia mengatakan bahwa Nabi bersabda, “Sesungguhnya aku mendahului kalian atas telaga. Barangsiapa yang berpapasan denganku akan meminumnya. Dan, barangsiapa yang meminumnya tidak akan haus untuk selama-lamanya. Aku akan membawa kaum yang aku mengenal mereka dan mereka mengenalku. Kemudian diberi penghalang antara aku dan mereka.” (HR Bukhari)

Kemudian Abu Hazim mengatakan bahwa An Nu’man bersaksi atas Sa’id Al Khudri  dan menambahkan “Kemudian aku berkata, ‘Sesungguhnya mereka adalah bagian dariku. Kemudian dikatakan, ‘Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dibuat-buat setelahmu.’ Kemudian aku berkata, ‘Jauh … jauh … bagi orang yang mengubah setelahku.’”

Al Qasthalani meriwayatkan bahwasanya Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya aku mendahului kalian atas telaga. Barangsiapa yang berpapasan denganku akan meminumnya’ maksudnya barangsiapa yang berkesempatan untuk melewatinya, maka orang itu akan meminumnya. Lalu Ibnu Abu Ashim menambahkan, ‘barangsiapa yang berpaling darinya, tidak akan mendatanginya lagi untuk selama-lamanya’ maksudnya adalah barangsiapa ynag meminumnya, maka ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Aku akan membawa kaum yang aku mengenal mereka dan mereka mengenalku. Dalam riwayat lain lalu ditambahkan ‘kemudian diberi penghalang antara aku dan mereka’.

‘Kemudian aku berkata, ‘sesungguhnya mereka adalah bagian dariku” Maksudnya orang-orang yang diberi penghalang antara diriku dan mereka, mereka adalah bagian dari umatku. ‘Kemudian dikatakan, sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang dibuat-buatkan setelahmu’ maksudnya adalah orang-orang itu melakukan perbuatan maksiat yang menyebabkan mereka ditolak dan dijauhkan dari telaga. ‘Kemudian aku berkata, jauh… jauh…’ maknanya adalah jauh, dan diulang-ulang karena untuk menguatkan kalimat. ‘Bagi orang yang mengubah setelahku’, maksudnya selain agamanya, sebab bagi orang yang berbuat maksiat, tetapi tidak kafir, tidak mungkin dikatakan kepadanya. Bahkan orang seperti ini berhak mendapat syafaat dan urusannya diperhatikan. Hal ini sama dengan kondisi orang-orang mukmin lainnya. Semoga kita memperoleh syafaat dari Rasulullah Saw.

bersambung…

Oleh: Malaika Shadleen

sumber: Kumpulan Hadits Qudsi Pilihan oleh Syaikh Fathi Ghanim

Leave a Reply