Keempat

Dari Abu Hurairah, Nabi Saw bersabda, “Tatkala aku sedang berdiri, tiba-tiba datanglah segolongan orang. Sehingga tatkala aku mengenali mereka, maka keluarlah laki-laki dari sisiku dan dari sisi mereka. Kemudian laki-laki itu berkata, ‘Kemarilah kalian.’ Aku berkata, ‘Kemana?’ Laki-laki itu berkata, ‘Ke neraka, demi Allah.’ Aku berkata, ‘Ada apa dengan mereka?’ Laki-laki itu berkata, ‘Mereka murtad setelahmu dengan segera.’ Selanjutnya ada segolongan orang yang lain. sehingga tatkala aku mengenali mereka, maka keluarlah laki-laki dari sisiku dan dari sisi mereka. Kemudian laki-laki itu berkata, ‘Kemarilah kalian.’ Aku berkata, ‘Kemana?’ Laki-laki itu berkata, ‘Ke neraka, demi Allah.’ Aku berkata, ‘Ada apa dengan mereka?’ Laki-laki itu berkata, ‘Mereka murtad setelahmu dengan segera. Maka aku tidak menyangka mereka bisa selamat kecuali seperti hewan ternak yang tersesat.” (HR Bukhari)

[baca sebelumnya: Hadits-Hadits Tentang Telaga Rasulullah Saw (bag. 1)]




Al Qasthalani menjelaskan: ‘Tatkala aku sedang berdiri’ di telaga ‘tiba-tiba datanglah segolongan’  maknanya adalah Rasulullah melihat hal tersebut dalam mimpinya, dan mimpinya ini menjadi kenyataan di akhirat. Maksudnya mimpi para nabi adalah wahyu. ‘Sehingga tatkala aku mengenali mereka, maka keluarlah laki-laki’ maksudnya adalah malaikat yang menyamar dalam bentu seorang laki-laki. Malaikat tersebut diserahi tugas untuk melakukan hal tersebut. ‘dari sisiku dan dari sisi mereka’ Kemudian malaikat itu berkata, “Kemarilah kalian.” ‘Aku lalu berkata kepadanya, ‘kemana?” engkau akan pergi membawa mereka? ‘dia itu berkata’ maksudnya malaikat tersebut, ‘ke neraka, demi Allah. Aku berkata ‘ada apa dengan mereka?” sehingga engkau harus pergi dengan mereka ke neraka, ‘dia berkata’ maksudnya malaikat tersebut ‘mereka murtad setelahmu dengan segera’ maksudnya kembali ke belakang alias murtad.

‘Selanjutnya ada segolongan orang yang lain. sehingga tatkala aku mengenali mereka, maka keluarlah laki-laki dari sisiku dan dari sisi mereka. Kemudian laki-laki itu berkata, ‘Kemarilah kalian.’ Aku berkata, ‘Kemana?’ Laki-laki itu berkata, ‘Ke neraka, demi Allah.’ Aku berkata, ‘Ada apa dengan mereka?’ Laki-laki itu berkata, ‘Mereka murtad setelahmu dengan segera. Maka aku tidak menyangka’ maknanya adalah aku tidak menyangka bahwasanya ‘mereka bisa selamat’ Maksudnya mereka adalah orang-orang yang mendekati telaga dan nyaris diseret.

‘Kecuali seperti hewan ternak yang tersesat’ maknanya adalah unta-unta yang tersesat, sedangkan bentuk tunggalnya adala hamil, atau maknanya adalah unta tanpa penggembala, Kemudian, bahwasanya orang yang selamat dari mereka jumlahnya sedikit, sama seperti sedikitnya hewan ternak yang tersesat. Hal ini memberi isyarat bahwasanya mereka adalah orang-orang kafir atau orang-orang yang gemar melakukan maksiat.

Kelima

“Sesungguhnya aku berada di telaga, hingga aku melihat orang yang datang kepadaku dari mereka. Dan, akan diambil orang-orang dari sisiku. Kemudian aku berkata, ‘Wahai Tuhanku, dariku …. dan dari umatku ….’ Kemudian dikatakan, ‘Apakah engkau merasakan atas apa yang mereka lakukan setelahmu.’ Demi Allah, tidak henti-hentinya mereka kembali ke ubun-ubun mereka (murtad).” (HR Bukhari)

Al-Qasthalani menjelaskan bahwa Nabi Saw bersabda ‘Sesungguhnya aku berada di telaga’ maksudnya pada hari kiamat, ‘hingga aku melihat orang yang datang kepadaku dari mereka. Dan akan diambil orang-orang dari sisiku’ maksudnya dari dekatku. ‘Kemudian aku berkata, ‘wahai Tuhanku, dariku dan dari umatku’ perkataan ini jauh lebih umum dibandingkat perkataan para sahabarku. ‘Kemudian dikatakan, ‘Apakah engkau merasakan?” maksudnya apakah engkau mengetahui ‘atas apa yang mereka lakukan setelahmu, ‘demi Allah, tidak henti-hentinya mereka kembali ke ubun-ubun mereka (murtad)’ maksudnya mereka selalu melakukan tindakan murtad.

Perawi dari Asma mengatakan, “Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Ku jangan sampai kami kembali ke ubun-ubun kami (murtad), atau terfitnah urusan agama kami.”

Oleh: Malaika Shadleen

(Sumber: Kumpulan Hadits Qudsi Pilihan oleh Syaikh Fathi Ghanim)