Barangsiapa mengeluarkan kotoran dari masjid, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. Ibnu Majah)

Masjid adalah tempat ibadah yang dimuliakan. Tentu tidak nyaman jika mendapati masjid dalam keadaan kotor dan bau, sehingga mengganggu kekhusyukan orang yang berada di dalamnya. Meski kebanyakan masjid dikelola secara profesional dan terorganisasi, membersihkan kotoran yang ada di dalamnya bukan hanya tugas para pengurus masjid. Seorang muslim yang mendapati kotoran dalam masjid, memiliki kesempatan yang sama untuk membersihkan kotoran tersebut dalam batas-batas tertentu.

Misalnya saja, saat kita melihat sisa-sisa makanan kecil berceceran di lantai masjid, sebaiknya langsunglah ambil dan membuang kotoran tersebut pada tempatnya. Tidak harus menunggu petugas masjid datang untuk membersihkannya. Tidak tepat jika kita membiarkan kotoran di masjid, padahal kita mampu membersihkannya.




Kebersihan dan kelestarian masjid sangat mendukung kekhidmatan kaum muslimin saat beribadah di dalamnya. Tak heran jika Allah memberi pahala bagi mereka yang mau membersihkan rumah-Nya dimuka bumi. Keutamaan membersihkan masjid diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda,

Dihadapkan padaku semua pahala yang diperbuat umatku, sampai-sampai satu kotoran yang dikeluarkan seseorang dari dalam masjid.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Dalam riwayat Ibnu Majah bahkan disebutkan,

Barangsiapa mengeluarkan kotoran dari masjid, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. Ibnu Majah)

Pada zaman Rasulullah saw, ada seorang wanita bernama Ummu Mahjan. Dia selalu menyempatkan diri membersihkan masjid.  Suatu hari Rasulullah saw ke pemakanan dan melihat sebuah kuburan baru. Beliau bertanya, “Kuburan siapa ini, wahai para sahabat?”

Mereka yang hadir di situ menjawab, “Ini kuburan Ummu Mahjan, ya Rasulullah.”

Rasulullah saw langsung menangis begitu mendengar berita tersebut. Lalu beliau bertanya kepada para sahabat, “Mengapa kalian tidak memberitahukan kematiannya kepadaku supaya aku bisa menyalatinya?”

Mereka pun menjawab kembali, “Ya Rasulullah, pada waktu itu matahari sedang terik sekali.”

Rasulullah saw diam saja mendengar jawaban tersebut. Beliau berdiri dan shalat untuk mayit yang sudah ditanam beberapa hari itu dari atas kuburnya. “Bila ada di antara kalian yang meninggal dunia, beritahukan kepadaku sebab orang yang kushalati di dunia, shalatku itu akan menjadi syafaat di akhirat.”

Sesudah berkata demikian, Rasulullah saw memanggil Ummu Mahjan dari atas kuburnya, “Assalamu’alaikum, ya Ummu Mahjan. Pekerjaan apa yang paling bernilai dalam daftar amalmu?”

Rasulullah saw diam sejenak lalu kembali berkata, “Dia menjawab bahwa perkataannya membersihkan masjid Rasulullah adalah pekerjaan yang paling bernilai di sisi Allah. Allah berkenan mendirikan rumah untuknya di surga dan dia kini sedang duduk-duduk di dalamnya.”

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku ‘200 Amalan Shaleh Berpahala Dahsyat’)