Kecintaan experience Rasulullah saw terhadap cheap jordan shoes jihad dan mati syahid tergambar jelas dalam sabda beliau, “Demi Zat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh aku senang berperang di jalan Allah lalu terbunuh. Kemudian aku berperang lalu terbunuh. Kemudian aku berperang lalu terbunuh.” (HR.Muslim)

Keinginan berjihad bukan hanya diinginkan oleh baginda Rasulullah saw, melainkan juga oleh para sahabat. cheap nfl jerseys Ketaatan para sahabat kepada Rasulullah saw pun sungguh luar biasa. Tatkala mereka diperintahkan untuk berjihad fisabilillah, mereka melaksanakan perintah tersebut dengan sepenuh hati. Tidak ada pertimbangan lain. Jihad inilah yang menjadi salah satu keinginan para sahabat dalam hidup, meninggikan kalimat Allah swt, melindungi Islam dari musuh, dan menyampaikan kebenaran Islam di muka bumi.

Namun, apa jihad harus selalu berjuang di medan tempur?




Ibnu Qoyyim mendeskripsikan jihad dalam tiga pemahaman. Yaitu :

Pertama, Jihad Mutlaq

Adalah jihad dengan berperang melawan musuh Islam di medan perang. Jihad ini dilakukan dalam rangka memerangi secara terang-terangan dengan kekuatan fisik serta fasilitas. Syaratnya adalah harus bersifat mempertahankan diri karena diserang.

Kedua, Jihad Hujjah

Adalah jihad yang dilakukan terhadap agama dan paham lain yang mendiskreditkan Islam. Jihad ini dilakukan dengan mengemukakan gagasan disertai argumentasi yang kuat. Jihad ini lebih menekankan pada pemikiran dan wawasan keilmuwan.

Ketiga, Jihad NFL Jerseys Cheap ‘amm

Adalah jihad memerangi segala sisi buruk dalam kehidupan, baik terhadap pribadinya, kelompok, maupun orang lain. cheap football jerseys Jihad ini berlangsung terus menerus tanpa terputus, tak terbatas pada waktu dan tempat. Jihad ini dapat dilakukan dengan harta benda, kekuasaan yang dimiliki, kedudukan, pikiran, tenaga, penguasaan ilmu pengetahuan, wholesale jerseys dan teknologi.

Semoga kita menjadi umat yang tidak berkubang dalam kemunafikan, yang enggan dan tidak meniatkan diri untuk berjihad di jalan Allah swt. Rasulullah saw mengingatkan, “Siapa yang meninggal, sedangkan ia tidak pernah berperang (berjihad) dan tidak pernah meniatkan untuknya, ia mati di atas cabang kemunafikan.” (HR.Muslim)

Allah swt juga berfirman tentang berjihad di jalan-Nya dalam Al-Quran, yang berbunyi

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Al-Baqarah :218)

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (At-Taubah : 16)

Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (At-Taubah : 20)

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee ( sumber: diolah dari berbagai sumber)