Kalau aku tidak percaya hal itu dilakukan olehmu, maka tentu aku lebih para tidak percaya kalau hal itu dilakukan oleh beliau. Karena beliau lebih baik darimu.”

Begitulah ungkapan kematang jiwa seorang Abu Ayyub Al-Anshori menanggapi fitnah yang sedang menjalari setiap lorong wholesale nfl jerseys jalanan di kota Nabi, pada masa itu. Fitnah yang disebarkan oleh orang-orang non muslim yang tidak bertanggung jawab untuk mencemarkan dan menghambat jalan Islam. Untuk membuat muslimin menjadi tidak lagi bangga nfl jerseys china dengan apa yang diyakininya. Menjadikan mereka (umat muslim) semakin jauh dari Islam dan lebih percaya kepada musuh.

Ketika Aisyah, Ummul Mukminin itu difitnah telah berselingkuh. Fitnah yang begitu tega menodai kesucian rumah tangga atau keluarga kenabian. Keluarga yang menentukan nama baik Islam. Kota Madinah kala itu sempat goyah. Aisyah yang sedang sakit awalnya tidak tahu kalau dirinya sedang dibicarakan oleh semua orang. Yang dia rasakan hanya perubahan sikap sang suami, baginda Rasulullah saw. Aisyah merasa kehilangan keramahan sikap Rasul yang selama ini ia dapatkan, kini tak lagi ia rasakan. Bahkan, ketika berjumpa hanya kata “apa kabar” saja yang dia dengar.




Setelah Aisyah, mengetahui fitnah yang tersebar mengenai dirinya, selama satu hari dua malam matanya tak bisa dipejamkan. Hanya tangis dan tangis. Karena kini semuanya akan memojokkan. Semua orang memandang dengan mata curiga pada Aisyah. Semuanya seakan memandangnya dengan pandangan menuduh.

Kepedihan hati Aisyah dilukiskan dalam kata-katanya kepada kedua orang Oakleys sunglasses Outlet tuanya, “Aku tahu ayah dan ibu sudah mendengar semuanya. Dan fitnah ini sudah terlanjur wholesale nfl jersyes tertanam di hati kalian dan kalian pun membenarkannya. Kalau aku katakan bahwa aku tidak berbuat, dan Allah tahu itu, pasti kalian tidak percaya. Kalau aku mengakui perbuatan itu, dan Allah tahu bahwa aku tidak berbuat, pasti kalian membenarkannya. Aku hanya bisa berkata seperti yang dikatakan ayah Nabi Yusuf, ‘Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.’”

Tetapi ditengah gulungan badai fitnah itu, masih terdengar suara yang menyuarakan kebenaran, walau terdengar lirih. Hanya suara Abu Ayyub kepada istrinya. Suara yang NFL Jerseys Cheap menunjukkan keteguhan dan kematangan jiwanya, “Kalau aku tidak percaya hal itu dilakukan olehmu, maka tentu aku lebih tidak percaya kalau hal itu dilakukan oleh beliau. Karena beliau lebih baik darimu.”

Ya, Aisyah adalah Ummul Mukminin. Keutamaannya diatas segala perempuan muslimah termasuk istri Abu Ayyub. Kalau Abu Ayyub tidak mempercayai istrinya akan berselingkuh, maka bagaimana mungkin ia percaya hal itu dilakukan orang mulia yang terdidik dalam rumah tangga mulia dan mendampingi manusia termulia.

Fitnah bagaikan malam yang kelam, yang menyelimuti negeri ini, sehingga menutupi pandangan muslimin yang tinggal di negeri ini. Silih berganti fitnah datang. Seakan tak kenal lelah. Dan lagi-lagi, tuduhan dilemparkan kepada umat Islam. Bahkan sebelum ada fakta dan pemeriksaan sekalipun.

bersambung….

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee ( sumber buku ‘Tarbawi’)