Sentuhan ini dapat memperkuat hati dalam menghadapi bisikan syaitan. Maka syaitan itu bersembunyi dan lemah menghadapi kesiapan Mukmin dalam melakukan pertarungan dengannya. Namun, di sisi lain pertarungan ini sangat panjang dan tidak pernah berakhir. Maka, ia selamanya bersembunyi dan mengintai kelengahan manusia. Karena itu, manusia harus selalu menyadarinya selalu. Pertarungan ini terus mencatat kekalahan dan kemenangan yang silih discount football jerseys berganti hingga hari kiamat, sebagaimana dilukiskan Al Qur’an di berbagai tempat. Di antaranya ada pada Surat Al Isra dalam bentuk yang sangat menakjubkan.

“Dan (ingatlah) cheap ray bans tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu semua kepada Adam’, lalu mereka sujud kecuali Iblis. Dia berkata, ‘Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?’. Dia (Iblis) berkata, ‘Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan cheap jerseys wholesale atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya kecuali sebagian kecil’. Rabb berfirman, ‘Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah belasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Rabbmu sebagai penjaga.” (Al Isra [17]: 61-65)

Persepsi mengenai tabiat pertarungan dan berbagai motivasi kejahatan di dalamnya–baik secara langsung maupun melalui para anteknya di kalangan manusia–dapat menyadarkan manusia bahwa ia tidak akan dikalahkan dalam pertarungan ini. Karena sesungguhnya Tuhan, Raja, dan Ilah-nya adalah Maha Menguasai seluruh makhluk. Jika Dia mengizinkan iblis untuk ray ban sunglasses melancarkan pertarungan ini, maka Dia memegang ubun-ubunnya dan tidak akan membiarkan iblis menguasai, Sample kecuali atas orang-orang yang lalai dari Tuhan, Raja, dan Ilah mereka. Sementara orang-orang yang selalu mengingat-Nya, maka mereka akan selamat dari kejahatan dan motivasinya yang tersembunyi.




Maka, sikap yang baik adalah bersandar pada kekuatan yang tidak ada kekuatan Fake Oakleys sebenarnya kecuali kekuatan-Nya, dan pada hakikat yang tidak ada hakikat kecuali hakikat-Nya. Bersandar kepada Rabb, Raja, dan Ilah. Sedangkan sikap yang tidak baik adalah bersandar kepada bisikan yang tersembunyi, merasa tidak mampu melakukan perlawanan, bersembunyi pada saat pertarungan, dan patah semangat dalam melakukan permohonan perlindungan kepada Allah.

Inilah persepsi paling sempurna mengenai hakikat yang ada tentang kebaikan dan keburukan. Sebagaimana ia merupakan persepsi paling utama yang dapat melindungi hati dari kekalahan dan mengisinya dengan kekuatan, keyakinan, dan ketenangan.

Segala puji bagi Allah dari awal hingga akhir. Kepada-Nya kita percaya dan memohon pertolongan. Dialah tempat memohon pertolongan dan Maha Menolong.

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)