“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang dzalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolong pun selain dari wholesale nfl jerseys Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud [11]: 113)

Dari sini kita perlu mengetahui bahwa Islam menuntut dua hal mendasar dari seorang Muslim. Pertama, tidak berbuat dzalim, dan kedua, tidak menjadi penolong orang yang dzalim, karena penolong orang yang dzalim sama-sama berada di neraka dengan orang yang dzalim. Karena itu, Al Qur’an merendahkan pasukan dari para penguasa tersebut. Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Fir’aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.” (QS. Al Qashash [28]: 8). Firman-Nya tentang Fir’aun yang lain, “Maka Kami hukumlah Fir’aun dan bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang dzalim.” (QS. Al Qashash [28]: 40).

Allah Swt menggolongkan orang-orang yang bersikap sewenang-wenang dan pasukannya sebagai orang-orang yang dzalim. Lalu turunlah siksaan dari Allah yang berlaku bagi mereka semua atas segala perbuatan yang mereka lakukan. Mereka yang arogan di muka bumi Chanterelle, ini tidak melakukan kedzaliman seorang diri, tetapi dengan memanfaatkan orang lain untuk menundukkan hamba-hamba dan merusak negeri. Bagi mereka, orang-orang seperti ini bisa lebih menurut dan dekat daripada cincin yang melingkar di jarinya.




Para ulama mengatakan bahwa Imam Ahmad dan ibn Hambal ketika dipenjara karena menolak menyebut Al Qur’an sebagai makhluk, dan ia mendapatkan penyiksaan, seorang penghuni penjara bertanya kepadanya tentang hadits-hadits yang menerangkan para penolong orang-orang dzalim serta azab Allah yang kelak akan menimpanya.  Lalu Imam Ahmad memberitahukan bahwa bahwa hadits-hadits tersebut shahih. Orang itu bertanya, “Apakah kau melihat orang sepertiku ini termasuk para penolong orang-orang dzalim?” Imam Ahmad menjawab, “Tidak, kau tidak termasuk para penolong orang-orang yang jordans for cheap dzalim. Para penolong orang-orang yang dzalim itu hanyalah orang yang menjahit bajumu untukmu, menyiapkan makananmu untukmu, dan memenuhi kebutuhanmu. Adapun kau termasuk orang yang dzalim terhadap dirimu sendiri.”

Dalam sebuah hadits shahih Nabi Saw bersabda, “Tolonglah saudaramu yang dzalim dan yang dizalimi.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami akan menolongnya karena ia didzalimi, lalu bagaimana kami menolong orang dzalim?” Beliau menjawab, “Mencegahnya dari kedzaliman, karena itu cheap jerseys adalah pertolongan untuknya.” (HR Bukhari)

Kedzaliman bisa dilakukan oleh orang kaya kepada orang miskin, pemilik kepada pekerjanya, majikan kepada anak buah, komandan kepada pasukan, pemimpin kepada yang dipimpin, laki-laki kepada wanita, orang dewasa kepada anak kecil, atau pemerintah kepada rakyat dan bangsanya. Semuanya adalah perbuatan haram dan mungkar yang harus mendapatkan perlawanan dan jihad sesuai dengan kemampuan, baik dengan tangan, lidah, dan hati. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits shahih, dari Ibn Mas’ud r.a., “Tidak ada seorang nabi pun yang diutus Allah pada suatu umat sebelumku melainkan ada dari umatnya sahabat-sahabat setia dan teman karib baginya yang mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian umat tersebut akan meninggalkan suatu generasi yang cheap jerseys berucap tapi tidak berbuat, dan berbuat yang tidak diperintahkan. Barang siapa memerangi mereka dengan tangannya, maka dia seorang mukmin. Barang siapa memerangi mereka dengan lisannya (menasihati), maka dia seorang mukmin. Dan barang siapa memerangi mereka dengan hatinya (mengingkari), maka dia seorang mukmin. Dan tidak ada sebesar biji sawi pun cheap jordans online dari keimanan setelah (tingkatan) itu.” (HR Muslim dan Ahmad)

(Sumber: Fiqih Jihad oleh Ustadz Yusuf Qardhawi)