Apakah pribadi Utsman bin Affan yang pemalu, dan malaikat pun malu kepadanya, akan berbuat sewenang-wenang dalam memimpin dan melakukan hal-hal kotor yang mencoreng nama baiknya? Apakah seorang Ali bin Abi Thalib yang diposisikan sebagai Harun di hadapan Musa, akan bertindak yang melanggar agama dan hukum Tuhan?

Dalam kajian ilmu politik modern, kita mencapai sebuah titik kebuntuan. Ada dua pilihan jargon. Pertama, sebaik apa pun orangnya, jika sistemnya rusak dan bobrok, maka tidak akan menghasilkan kebaikan. Kedua, sebaik apapun sistemnya, jika orangnya cheap Air Jordans rusak dan bobrok, maka tidak akan menghasilkan kebaikan. Mari mac kita melihat dua kemungkinan tersebut.

Pertama, dengan pendekatan teori struktural, kita dapat mengatakan bahwa individu-individu manusia digerakkan dan dipengaruhi oleh sistem. Jika sistem politiknya rusak maka orang-orangnya pun akan rusak. Jika sistemnya baik, maka orang-orangnya tentu baik.




Pertanyaannya, apa yang lebih baik dari sistem demokrasi yang kita anut sekarang? Apakah Fake Ray Bans kebebasan Fake Oakleys berpendapat, berekspresi, berkelompok masih kurang? Apakah sistem desentralisasi politik yang melahirkan otonomi daerah masih buruk?

Tentu saja, kita tidak bisa menyalahkan sistem dan aturan hukum yang sudah berjalan. Demokrasi adalah sistem politik yang baik dibanding sistem yang lain. Desentralisasi kekuasaan merupakan model pembagian kekuasaan yang adil, sehingga pusat dan daerah memiliki ranah kerja masing-masing. Tetapi mengapa korupsi masih merajalela? Mengapa kemiskinan semakin meningkat? Tentu saja, jawaban terakhirnya adalah karena para pelakunya merupakan orang-orang bejat.

Kedua, dengan pendekatan teori tindakan, individu-individu dapat mempengaruhi struktur sosial, pemerintahan dan negara. Seorang pemimpin yang arif dan bijak, akan menciptakan keputusan-keputusan yang arif dan bijak pula. Pemerintahan dan negara yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang baik dengan sistem yang tidak cheap nba jerseys baik akan berjalan jauh lebih baik, dibanding pemerintahan dan negara yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang tidak baik dengan sistem yang baik.

Sampai disini, teori tindakan dan struktural tidak bisa dipertemukan. Tetapi, dengan melihat sejarah Khulafaur Rasyidin, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pribadi-pribadi para khalifah berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan sistem hukum dan pemerintahan yang sejalan dengan agama. Sebaliknya, jabatan-jabatan strategis yang dipangku oleh orang-orang yang rakus kekuasaan dan kekayaan selalu membuat rakyat kecewa dan menderita. Dari gambaran sejarah semacam itu, kita bisa menarik benang merahnya bahwa sejarah masa lalu lebih cenderung mendukung teori tindakan.

Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali adalah empat pribadi yang mampu membawa kejayaan bagi kerajaan Islam. Tetapi, beberapa orang pendukung mereka bermain politik dan semata-mata ingin mengedepankan kepentingan kelompok. Karena itulah, berbagai krisis maupun intrik politik kerap kali berangkat dari para pendukung, bukan dari para khalifah itu sendiri.

Dengan melihat semua fenomena itulah, para khalifah berpidato, menyampaikan hal-hal yang semestinya dilakukan oleh para pemimpin, baik yang memangku jabatan gubernur maupun jabatan-jabatan di bawahnya.

Selesai…

 

Oleh : Chairunnisa wholesale nfl jerseys Dhiee (sumber: buku ‘Pidato para Khalifah’ karya Dr. H. Abd. Halim, M.A)