Berhati-hatilah Dalam Beperkara dan Memutuskan Perkara (Bag 2)




Allah swt pun lalu mengampuninya dan menghiburnya bahwa beliau kelak akan mendapatkan kedudukan yang dekat di sisi-Nya dan akan mendapatkan kedudukan yang dekat di sisi-Nya dan akan memperoleh tempat kembali yang sebaik-baiknya. Lalu diingatkan-Nya pula belaiu dengan firman-Nya :

Hai Daud! Kami jadikan kau khalifah di atas bumi. Maka berilah keputusan antara manusia berdasarkan kebenaran dan keadilan. Dan janganlah ikuti hawa nafsu (mu) karena itu akan menyesatkanmu dari jalan Allah.” (Shad : 26)

Allah swt mengancam orang-orang yang menyelisihkan perintah-Nya dan memutuskan perkara tanpa berdasarkan keterangan yang benar sehingga menyesatkan dari jalan yang lurus. Firman Allah Swt dalam Al-Quran surah Shad ayat 26, yang artinya :




Sungguh, orang-orang yang tersesat dari jalan Allah, mereka akan mendapat hukuman yang berat. Karena lupa akan hari perhitungan.”

Kepada orang-orang yang tugasnya memutus perkara, yang hanya mendengarkan alasan sepihak saja, aku katakan kepada kamu, “Sesungguhnya kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan menyembunyikan kebenaran, kamu telah menganiaya kebenaran dan logika karena kamu berpaling kepada sesuatu tanpa alasan yang benar dan bukti yang akurat; kamu telah menganiaya akan kamu karena kamu telah menyia-nyiakannya dari aktifitas semestinya yang sebenarnya dia diciptakan Allah untuk beraktifitas itu, dan dengan akal itu pula kamu dibedakan dari makhluk lainnya. Kemudian kamu aniaya orang Baratas Replicas Ray Ban lain dengan menjatuhkan vonis yang tidak benar dan kamu tempatkan mereka tidak pada proporsi yang sebenarnya, dan kamu selisihkan pesan Allah kepada kamu kerika Ia bertitah :

Hai orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa berita. Carilah keterangan tentang kebenarannya supaya jangan kamu rugikan orang karena tak tahu. Dan kamu penuh penyesalan atas perbuatanmu.” (Al-Hujurat : 6)

Pada suatu saat pernah datang seorang laki-laki kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib dengan menghasut seseorang dan menyampaikan perkataan yang jelek tentang orang itu. Lalu jordans for sale Ali memegang Cheap Oakleys tangannya sambil berkata, “Wahai engkau! Jika aku mau mempertemukan engkau dengan saudaramu itu untuk memperoleh keterangan yang jelass tentang kebenaran ucapanmu itu, niscaya aku tidak akan berterima kasih kepadamu walaupun engkau benar, sebab perumpamaan Baratas Ray Ban mu dengan dia itu seperti yang disinyalir orang-orang dahulu (Salaf) dengan perkataan mereka:

“Engkau adalah orang yang boleh jadi jika kupercayakan kepadamu suatu amanat lantas engkau berkhianat. Dan jika engkau berkhianat. Dan jika engkau mengatakan sesuatu kepadaku tanpa berdasarkan pengetahuan yang benar, maka posisimu terhadapku Why adalah bagaikan cheap nfl jerseys wholesale kedudukan antara khianat dengan dosa.”

“Jika engkau mau,” kata Ali, “aku lepaskan engkau dan aku maafkan, hanya saja jangan engkau ulangi lagi perbuatan semacam itu untuk selama-lamanya.” Lalu orang itu berkata,  “Lepaskanlah aku wahai amirul mukminin, semoga Allah akan melepaskan engkau pula (dari azab-Nya).”

Kemudian Ali melepaskan tangan orang tersebut.

selesai…..

 

Oleh : Syaikh Hasan Al-Banna

Leave a Reply