Para sahabat Rasulullah saw adalah teladan. Mereka senantiasa berjuang di medan perang untuk menegakkan kemuliaan Islam di muka bumi. Mereka tidak hanya memberikan harta benda, tetapi juga nyawa demi menggapai kesyahidan.

Pada zaman sekarang yang nyaris tidak ada perang, bukan berarti tidak ada usaha NFL Jerseys Cheap yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan kesyahidan. Menurut Ibnu Taimiyyah, jihad adalah mencurahkan segenap kemampuan untuk mencapai apa yang dicintai Allah dan menolak semua yang di benci Allah swt. Ibnu Qoyyim menjabarkan jihad dalam berbagai jenis, yakni :

Pertama, adalah jihad mutlaq, yaitu jihad dengan berperang melawan musuh Islam di medan perang. Jihad semacam ini pernah dilakukan pada zaman Nabi dan sahabat ketika terjadi peperangan melawan kaum kafir.




Kedua, adalah jihad hujjah, yaitu jihad yang dilakukan terhadap cheap nfl jerseys agama dan paham lain dengan mengemukakan gagasan disertai argumentassi yang kuat.

Ketiga, adalah nfl jerseys shop jihad ‘amm, yaitu jihad yang memerangi segala sisi buruk dalam kehidupan, baik terhadap pribadinya, kelompok, maupun orang lain. Jihad ini berlangsung terus-menerus tanpa putus, tak terbatas pada waktu dan tempat.

Secara umum, oakley sunglasses for men dapat kita simpulkan bahwa jihad bukan berarti harus berhadapan dengan musuh fake oakleys di medan tempur, melainkan kita dapat melakukan ibadah dalam konteks amar makruf nahi mungkar.

Jika kita sungguh-sungguh berkeinginan mati syahid, Allah swt akan memenuhinya mesti kita kelak meninggal di atas tempat tidur. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Tirmidzi, “Bagi Allah ada hamba-hamba yang dipelihara dari pembunuhan. Umur mereka diperpanjang dengan amalan-amalan kebaikan. Rezeki mereka di tingkatkan dan hidup mereka serba selamat. Nyawa mereka direnggut dengan selamat di atas tempat tidur mereka dan mereka diberi kedudukan sebagai syuhada.”

Apa keutamaan orang yang meninggal dalam keadaan syahid?

Diriwayatkan dari Miqdam bin Ma’di Karb ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Seseorang yang syahid di sisi Allah Linguistics mendapatkan tujuh keistimewaan: Allah mengampuni dosanya sejak awal perjalanan jihadnya, diperlihatkan tempat tinggalnya di surga, dipelihara dari siksa neraka, diberi rasa aman dari guncangan terbesar (hari kiamat), sebuah mahkota mutu manikam diletakkan di kepalanya, di sana ia lebih baik daripada dunia dan seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua bidadari surga, dan dapat memberi syafaat kepada tujuh puluh anggota keluarganya.” (HR. Tarmidzi dan Ibnu Majah)

Selesai..

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku ‘200 Amalan Shaleh Berpahala Dahsyat’ karya Abdillah F. Hasan)