Rasulullah oakley sunglasses sale Saw mewajibkan kepada setiap Muslim untuk berjihad melawan orang-orang dzalim dan tiran semampunya, dengan tangan, lidah, dan cheap China Jerseys hati. Berjihad dengan hati adalah tingkatan yang terakhir. Yang dituntut pada tingkatan ini adalah membenci kedzaliman dan kemungkaran dengan hatinya serta membenci para pelaku kedzaliman dan kemungkaran. Hal ini tidak dapat dicegah oleh seornag pun, karena hati orang mukmin hanya dikuasai oleh Tuhan yang menciptakannya.

Islam begitu memperhatikan dan menganjurkan jihad melawan kedzaliman dan orang-orang dzalim. Disebutkan dalam beberapa hadits bahwa medan jihad ini merupakan jihad yang paling utama, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Thariq Ibnu Syihab Al Bajali r.a., bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Saw., Apa jihad yang paling utama?” Beliau menjawab, “Menyampaikan kalimat kebenaran kepada penguasa yang dzalim.”

Jabir ibn Abdullah meriwayatkan Cheap nfl Jerseys bahwa Nabi Saw bersabda, “Penghulu para syuhada adalah Hamzah ibn Abdul Muthalib, dan orang yang melawan penguasa kejam, ia melarang (kejahatan) dan memerintah (kebaikan kepada TANIYALIM penguasa tersebut), namun akhirnya ia mati terbunuh.”




Melalui hadits ini Rasulullah Saw memberi semangat kepada umatnya agar mengatakan kalimat kebenaran di depan penguasa yang dzalim dan arogan, serta tidak peduli dengan apa pun yang akan menimpa mereka di jalan Allah. Inilah harapan tertinggi yang diinginkan seorang Muslim pada dirinya: berakhir dengan syahid di jalan Allah, apalagi berada di samping penghulu syuhada, Hamzah ibn Abdul Muthallin, singa Allah dan singa Rasulullah.

Umat akan dinaungi kebaikan selama di dalamnya masih ada yang mau mengatakan kebenaran dan melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Umat akan kehilangan kelayakannya untuk tetap berlangsung apabila kepasrahan, kelemahan, dan ketakutan telah menyebar serta tidak ada yang berkata, “Umatku… umatku…!” sebelum ia berkata, “Diriku… diriku…!”

Inilah yang diperingatkan dalam sebuah hadits, “Jika kau melihatku umatku takut mengatakan kepada orang dzalim, ‘Wahai orang dzalim’, mereka patut diucapkan selamat tinggal.” (HR Ahmad)

Makna ucapan “patut diucapkan selama tinggal kepada mereka” ini adalah tidak ada kebaikan pada mereka. cheap football jerseys Ada dan tidak adanya mereka itu sama saja, karena keberadaan umat nfl jerseys china hanya diakui dengan menegakkan risalah Islam, dakwah kepada kebaikan, dan amar ma’ruf nahi mungkar. Jika risalah Islam ini tidak ditegakkan, tidak dianggap bermanfaat keberlangsungan umat Islam.

(Sumber: Fiqih Jihad oleh Ustadz Yusuf Qaradhawi)