Tajdid dan Mujadid (Bag 6)




Meskipun beberapa hal yang dikritik itu, seumpama celak mata atau tabir itu bukanlah perintah yang prinsipil dari Islam, ia adalah bagian-bagian kecil dari NFL Jerseys Cheap pengaruh pokok pikiran fiqih, tetapi dengan kata ejekan dan cemooh, seperti dilakukan Bung Karno, Islamlah yang kena.

Kadang-kadang diambil beberapa kejelekan di negeri Islam yang lain untuk jadi alasan menerapkan suatu pelanggaran Islam di Indonesia. Seumpama, orang mengadakan nite cub di Jakarta, lalu ambil alasan “sedangkan di Mesir sendiri ada tari perut”. Kalau kasino dan segala macam perjudian, diambil pula alasan bahwa di Libanon pun ada kasino. Padahal, di sana banyak orang Islam, Lalu, untuk mengejek kiai-kiai yang “fanatik” di Indonesia, mereka mengemukakan bahwa penonton tari perut di Mesir banyak juga orang memakai jubah, rupanya penganjur modernisasi itu menganggap bahwa setiap orang Cheap Oakleys yang memakai jubah (yababiyah) adalah ulama Azhar.

Begitulah yang tengah kita jalan di Indonesia sekarang ini. Yang sayangnya ialah kadang-kadang anak-anak muda yang kita harapkan membela Islam, kadang karena merasa rendah diri dan hendak memperlihatkan bahwa ia pun seorang yang berpikiran moderen, keluarlah kata-katanya yang benar-benar menyinggung rasa agama bagi orang yang masih mencintai agama ini.




Pernah seorang pemuda dari Himpunan Mahasiswa Islam сделать (HMI) diundang oleh Kerajaan Saudi Arabia ke cheap nfl jerseys Mekah sehingga ia dapat naik haji dengan biaya pihak yang mengundang. Sampai di tanah air ia menulis dalam sebuah surat kabar Kristen (Sinar Harapan) yang isinya bertendensi mengejek keadaan di sana, tidak ada kemajuan. Tidak ada modernisasi.

Pemuda ini juga pernah mengejek pemimpin-pemimpin Islam yang dicapnya telah kolot karena kalau pikiran mereka tertumbuk dalam menghadapi suatu hal, pemimpin-pemimpin tua itu melakukan shalat Istikharah. Artinya, kalau masih mengadakan shalat Istikharah, orang-orang ini tidak bisa mengikuti modernisasi.

Itu semuanya modernisasi “terpimpin” yang dipimpinkan oleh orang-orang dari luar Islam. Orang-orang Islam yang telah tercabut rasa kesadaran beragamanya, merasa bangga, bahkan mendabik dada, sebab mereka cheap China Jerseys adalah kaum modernis, “progresif-revolusioner”, yang berangsur-angsur keluar dari Islam, laksana mengupas bawang. Dikupas dan dikulimpai (dikuliti) sehelai demi sehelai kelopaknya, berserakan, sehingga bawangnya tak ada lagi. Sebab, yang bawang ialah kuntum dari kelopak!

Karena itu, pejuang Islam harus mengenal perbedaan tajdid menurut fake oakleys sabda Nabi dengan modernisasi keinginan kaum orientalis dan misi-misi Kristen. Yang kian lama kian tampak bahwa telah ada pemuda-pemuda yang tadinya diharapkan memperjuangkan Islam telah dibawa arus ke sana.

 

Leave a Reply