Di dalam surat ini Allah menyebutkan diri-Nya dengan sifat-Nya yang bisa melindungi dari kejahatan yang disebutkan dalam surat ini. “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh.’” (1)

Di antara makna al-falaq adalah subuh. Kemudian makna-makna yang lainnya adalah penciptaan secara keseluruhan. Yaitu isyarat kepada segala jordan retro 1 sesuatu yang darinya tumbuh alam cheap nfl jerseys semesta dan kehidupan, sebagaimana firman Allah:

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu berpaling?” (QS. Al An’am [6]: 95)




“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari ray ban sunglasses dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al An’am [6]: 96)

Keduanya sama. Baik kata al-falaq dengan arti subuh, sehingga permohonan perlindungan itu kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, yang memberikan keamanan dari kejahatan sesuatu yang advertise gelap dan tersembunyi dengan cahaya-Nya. Maupun al-falaq dengan arti makhluk sehingga permohonan perlindungan itu kepada Tuhan Yang Menguasai makhluk, yang memberi keamanan dari kejahatan makhluk-Nya. Makna ini serasi dengan ayat selanjutnya: “Dari kejahatan makhluk-Nya.” (2)

Yaitu dari kejahatan makhluk-Nya secara mutlak dan global. Makhluk-makhluk tersebut memiliki kejahatan saat sebagiannya berhubungan dengan sebagian yang lain, sebagaimana kebaikan dan manfaat yang dimilikinya saat berada pada kondisi yang lain. Di sini dimintakan perlindungan kepada Allah dari kejahatan itu agar kebaikan itu pun tetap ada. Allah yang menciptakan makhluk-makhluk tersebut tentu Mahakuasa dalam mengarahkan dan mengatur cheap ray bans keadaan-keadaan di mana kebaikannya muncul dengan jelas, bukan kejahatannya.

“Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita.” (3)

Al-Ghasiq secara bahasa artinya adalah yang meluap. Sementara waqab artinya adalah lubang tempat mengalirnya air di bukit. Maksudnya di sini, biasanya, adalah malam dan segala yang ada padanya. Malam ketika meluap lalu menggenangi dataran. Malam yang ketika itu dengan sendirinya begitu menakutkan. Apalagi pada malam hari ada kemungkinan munculnya segala sesuatu yang tidak diketahui dan tersembunyi. Layaknya binatang buas yang siap menerkam, pencuri yang siap menyergap, musuh licik yang siap bertindak, dan serangga beracun yang siap merayap. Atau berbagai kekhawatiran, bisikan, lintasan, dan kecemasan yang bermunculan di malam hari dan mencekam perasaan. Atau syaitan yang terbantu oleh waktu malam dalam beraksi dan menyampaikan bisikan. Atau syahwat yang bergejolak di tengah kesendirian dan kegelapan. Atau segala sesuatu yang tampak dan bersembunyi, serta yang merayap dan berlari, di malam yang gelap gulita.

“Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul.” (4)

An-Naffatsat fil ‘uqad yaitu para wanita tukang sihir oakley outlet yang berupaya menyakiti dengan cara mengelabui indra, menipu saraf, serta menyampaikan kesan pada jiwa dan perasaan. Mereka mengikat beberapa buhul pada benda-benda seperti benang atau sapu tangan, kemudian mengembuskannya, sebagaimana tradisi sihir yang ada berjalan.

bersambung…

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)