Prinsip Keadilan dan Penegakan Hukum




Menegakkan keadilan dan hukum di tengah-tengah masyarakat harus disertai dengan bukti yang kuat dan nyata. Tindakan konkrit dan perilaku yang tampak bisa menjadi bukti di meja pengadilan. Itulah yang harus menjadi pegangan para penegak hukum dan keadilan di zaman sekarang.

Rasulullah saw pernah memimpin masyarakat dan negara Islam, tetapi setiap keputusannya berdasarkan wahyu. Tetapi, cheap Air Jordans pasca wafatnya Rasulullah, hukum dan keadilan harus ditegakkan di atas logika dan bukti-bukti empiris. Seperti yang termaktub dalam hadits berikut ini :

Diriwayatkan dari Abu Faras, ia berkata; Amir al-Mu’minin Umar bin Khattab ra berkhotbah; Wahai rakyatku, kami bisa mengenal kalian dengan baik karena di tengah-tengah kita terdapat Rasulullah, karena wahyu turun kepada beliau, dan karena Allah mengabarkan tentang kalian kepada kami.




Kini aku sampaikan kepada kalian, Rasulullah telah tiada, wahyu telah terputus, karenanya kami hanya berbicara berdasarkan apa yang kami tahu. Aku katakan kepada kalian, barang siapa yang menampakkan perbuatan baik oakley sunglasses cheap maka kami akan menganggapnya berbuat baik, kami akan mencintainya karena telah berbuat baik. Barang siapa yang menunjukkan sikap buruk, maka kami akan menganggapnya telah berbuat buruk, dan akan membencinya lantaran berbuat buruk.

Sementara hal-hal yang sifatnya rahasia adalah urusan kalian sendiri dengan Tuhan. Tetapi ingatlah, sekarang (usai wafatnya Nabi-penj), Cheap Ray Ban Sunglasses mungkin saja ada seseorang yang membaca Al-Quran. Dia mengharap ridha Allah dan pahala dari-Nya. Tetapi, aku membayangkan ada jenis manusia yang lain, mereka membaca Al-Quran karena mengharap perhatian dan pamrih dari manusia.

Karena itulah, ketika kalian membaca Al-Quran ataupun beramal saleh, maka berharaplah untuk mendapat rida Allah. Ketahuilah, sesungguhnya aku tidak mengutus para pegawaiku kepada kalian untuk merusak kesejahteraan, bukan untuk merampas harta kekayaan. Tetapi, aku mengutus mereka kepada kalian agar mereka mengajari kalian tentang agama dan sunnah.

Jika ada di antara mereka yang melakukan hal-hal yang menyimpang, hockey jerseys maka adukanlah kepadaku. Demi Tuhan yang memegang jiwaku, aku akan mengqishas pelaku keburukan itu. Amr bin Ash ra melompat dari tempatnya, lalu berkata; Wahai Amir al-Mu’minin, apa pendapatmu, jika ada salah satu orang Islam yang berbuat demikian terhadap rakyatnya, lalu mendidik rakyatnya, apakah engkau juga akan menghukum dia?

Umar bin Khattab ra berkata; Demi Tuhan yang jiwa Umar di genggam-Nya, aku pasti menghukumnya juga. Aku pasti menjatuhkan hukuman kepadanya. Ini bukan berarti aku ingin menghukumnya. Hanya saja, aku pernah melihat Rasullah saw juga menjatuhkan hukuman.

Ingatlah, janganlah kalian mencelakai umat Islam, karena kalian dapat membuat ray ban outlet mereka hina. Janganlah kalian mencegah mereka memperoleh hak-haknya, karena kalian dapat membuat venden mereka ingkar menentang. Janganlah membuat rakyat murka, karena kalian akan menyia-nyiakan mereka.”

bersambung…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber: buku ‘Pidato Kumpulan Khalifah’ karya Dr. H. Abd. Halim, M.A)

Leave a Reply