(Foto: Masjid Apex/Charlotte Thompson/dailytarheel.com)

(Foto: Masjid Apex/Charlotte Thompson/dailytarheel.com)

Jumat (18/11/2016) kemarin, para mahasiswa dari University of North Carolina (UNC), AS, melakukan kunjungan ke Masjid Apex untuk memperoleh pengalaman tentang budaya umat Muslim secara langsung. Kunjungan ini cheap jerseys meliputi jelajah masjid,  pameran seni dan kaligrafi, pertunjukan video ‘Muslim di Amerika’, ceramah, dan doa bersama. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Khalid Shahu, yaitu seorang dosen Arab dari Departmen Studi Asia di UNC.

Shahu mengatakan bahwa ini adalah tahun ke empat dia dan anggota fakultas lainnya mengelola acara kunjungan ke Masjid Apex. Selain itu, menurut Shahu dalam mempelajari bahasa mereka memiliki kesempatan yang luar biasa dengan memahami langsung bagaimana budaya dan posisi umat Muslim di masyarakat. “Ada begitu banyak kesalahpahaman, karena itu cheap Oakleys sunglasses kami berpikir dengan membawa para mahasiswa berkunjung ke masjid, maka ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mereka dalam mempelajari budaya dan komunitas Muslim, serta kontribusi Muslim terhadap nilai-nilai kebaikan di dalam masyarakat yang lebih luas.”




Mahasiswa tahun pertama, Samer Alasmar, turut serta dalam kunjungan ini sebagai bagian dari kelas Bahasa Arab yang diampu oleh Shahu. “Saya pikir ini menarik,” ujarnya. “Selama ini saya hanya berkunjung ke masjid-masjid lain, tapi belum pernah ke Masjid Apex.” Alasmar mengatakan bahwa manfaat terbesar dari kegiatan ini adalah bisa memahami Muslim Amerika dengan lebih baik. Dia senang karena kunjungan ini ia bisa mempelajari lebih dalam Raya dibandingkan hanya dengan melakukan diskusi secara umum.

 

Sementara Mollie Sullivan, mahasiswa tahun pertama dari jurusan Peace, War, Defense, dan Global Studies mengatakan bahwa ia mengetahui program kunjungan ini dari Alasmar. “Saya tertarik mempelajari budaya lain, perspektif global, dan orang-orang yang berasal dari tempat berbeda,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa kunjungan hari itu sangat informatif dan Oakleys sunglasses Outlet berjalan dengan baik.

“Saya senang dengan informasi yang mereka sediakan mengenai apa itu Islam dan dari mana Islam berawal. Saya juga senang mengetahui bagaimana mereka fokus terhadap Muslim Amerika dan kontribusinya terhadap masyarakat.” Sullivan mengatakan bahwa dari kunjungan ini dia akhirnya memahami Islam, pentingnya mengenal budaya lain, dan mencari tahu oakley sunglasses sale berbagai cheap nfl jerseys wholesale sudut pandang baru. “Saya berharap semakin banyak orang yang melakukan kunjungan serupa, sehingga antar umat beragama berinteraksi satu sama lain.”

 

Shahu menyampaikan bahwa kunjungan ke Masjid Apex hanyalah salah satu dari banyaknya ekstrakurikuler yang dikelola oleh departemen untuk membantu mahasiswa mempelajari suatu budaya di luar kelas. Aktivitas lainnya yang dikelola Shahu adalah Arabic Night dan Moroccan Night.

Selain mengajar Arab, Shahu juga merupakan salah satu pemimpin (imam) komunitas di Masjid Apex. “Sebagai imam saya juga sering memberikan ceramah dan kelas tentang Islam. Kadang saya juga melakukan konseling, termasuk konseling untuk orang tua dan suami istri.” Ia mengatakan sangat beruntung memiliki kesempatan untuk berkontribusi di dua komunitas berbeda sekaligus.

“Menurut saya, fakta bahwa saya berperan sebagai imam sekaligus dosen di UNC memberi saya kesempatan untuk membantu warga kampus menjadi lebih dekat dan melihat komunitas Muslim, di mana mereka merupakan bagian dari masyarakat,” ujar Shahu. Pada kunjung tersebut, Shahu menekankan inklusivitas di dalam masjid. Dia menyampaikan bahwa ceramah dan doa bersama hari itu menggunakan bahasa Inggris dan sebagian kecil bahasa Arab. Shahu mengatakan ketika seseorang sudah melangkahkan kakinya ke dalam Masjid Apex, maka mereka sudah merupakan bagian dari masjid, apapun latar belakang mereka. “Kita semua adalah manusia, karena itu kita sama.”

 

 

(Sumber: www.dailytarheel.com