Siapakah Orang Mulia di Sisi Allah Swt?




Siapakah orang yang paling mulia di muka bumi ini? Apakah para selebriti top dunia? Presiden, jenderal, atau mereka yang punya duit ratusan triliun semacam Bill Gates atau Warren Buffen? Bukan, Saudaraku.

Lalu, siapakah mereka?

Simaklah kisah berikut.




Suatu hari Rasulullah saw sedang duduk bersama sahabat. Ketika melihat ada seseorang lewat, beliau bertanya, “Bagaimanakah menurut kalian tentang orang itu?”

Sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, dia itu orang mulia, terpandang, keturunan bangsawan. Kalau meminang wanita pasti diterima, kalau memerintah pasti dituruti.”

Beberapa saat kemudian, ada orang lain yang lewat. Rasulullah saw mengajukan pertanyaan yang sama, “Bagaimana dengan orang yang itu?”

Sahabat menjawab, “Ya Rasulullah, dia itu orang miskin. Kalau melamar wanita pasti ditolak, jika memerintah tidak dituruti, kalau bicara tidak didengar.”

Mendengar penuturan sahabat tersebut, Rasulullah saw memberi jawaban, “Orang Habsy yang kedua itu lebih baik daripada yang pertama meskipun orang yang pertama memiliki dunia dan isinya.”

Mengapa orang kedua yang miskin tersebut lebih baik? Hal itu karena orang yang cheap oakleys kedua jauh lebih bertakwa. Menurut ulama, takwa adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan sungguh-sungguh.

Saat menjelang wafat, Rasulullah saw berpesan kepada sahabat-sahabat beliau tentang takwa. Cheap Jordans “Wahai Manusia, sesungguhnya Tuhanmu satu dan bapakmu satu. Setiap kammu berasal dari Adam, sedangkan Adam dari tanah. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Tidak ada kelebihan orang Arab dan bukan Arab kecuali takwa.”

Begitulah nasihat Rasulullah saw, tentang orang yang mulia disisi Allah swt.

Saudaraku,,

Siapa manusia yang tidak ingin hidup mulia? Semua orang pasti menginginkan kemuliaan. Namun, kita sering tertipu oleh kemuliaan yang ray ban sale nisbi, sekadar topeng yang tidak mencerminkan kemuliaan hakiki. Anehnya, kita lebih berambisi meraih kemuliaan yang menipu tersebut.

Kecantikan, ketampanan, kekayaan, status sosial dan popularitas adalah kemuliaan yang psti runtuh seiring dengan umur yang tinggal menunggu waktu.

Kaya boleh, populer silahkan, berjabatan tinggi tidak dilarang, tetapi jangan sampai semua itu melenakan diri kita sebagai hamba Allah yang sesungguhnya, hamba yang hidup mengabdi kepada Allah swt. Buat apa mulia di cheap jerseys wholesale duniatapi hina di akhirat? Buat apa semua kemuliaan dunia jika kita meninggalkan ibadah, gemar berbuat dosa, dan jauh dari tuntunan agama?

Beruntunglah jika kita memilih kemuliaan hakiki, yaitu kemuliaan yang tidak semua, yang abadi, yang kelak membuat kita bahagia. Hanya dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah swt, kita akan meraih kemuliaan hakiki di dunia dan akhirat.

Sesungguhnya orang yang paling Cheap Oakleys Sunglasses mulia di antara из kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat : 13)

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber: buku ‘Betapa Rasulullah Merindukanmu’ karya Abdillah F.Hasan)

Leave a Reply