Diriwayatkan dari Amr ibn Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda kepada para sahabatnya yang berselisih tentang takdir, “Inikah yang diperintahkan pada kalian? Atau, untuk inikah kalian diciptakan? Kalian menjadikan Al-Quran untuk menyerang satu sama lain. Inilah yang membuat umat sebelum kalian binasa.”

Abdullah ibn Amr berkata, “Aku belum pernah berandai-andai terlambat datang ke majelis Rasulullah saw, tetapi saat itu aku berharap datang terlambat ke majelis itu (karena tidak kuat melihat kemarahan Rasulullah).” (HR.Ibn Majah)

Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw keluar menemui kami ketika kami sedang berselisih cheap jordan shoes tentang takdir. Beliau marah hingga wajahnya memerah, seolah-olah biji delima pecah di kedua pipinya. Beliau bersabda, “Inikah yang diperintahkan pada kalian? Atau, untuk inikah aku diutus pada kalian? Sungguh binasanya generasi sebelum kalian lantaran mereka memperselisihkan masalah ini. Aku ingin kalian tidak memperselisihkannya.” (HR. Al-Tirmidzi)




Iman terhadap takdir merupakan kewajiban, yakni meyakini bahwa Allah swt menciptakan amal manusia, yang baik dan yang buruk. Semua itu telah Allah swt tulis di Lauh al-Mahfuzh sebelum kita diciptakan-Nya.

Semua itu, sesuai dengan ketetapan, keinginan dan kehendak-Nya. Dia senang terhadap siapa pun yang beriman dan taat, serta menjanjikan azab bagi mereka. Takdir adalah salah satu rahasia Allah swt. Tak seorang pun mengetahui, termasuk malaikat terdekat-Nya, tidak pula Nabi dan Rasul-Nya.

Perkara akan hal-hal seperti ini (Al-Quran dan Takdir) tidak boleh dibahas dengan nalar dan logika, tetapi cukup diimani bahwa Allah swt menciptakan manusia dalam dua Cheap MLB Jerseys kelompok;

Pertama, kelompok yang diciptakan untuk menerima nikmat dan anugerah-Nya, sebagai perhargaan bagi mereka. Kedua, kelompok yang diciptakan untuk menerima siksa sebagai keadilan bagi mereka.

Seseorang pernah bertanya kepada Ali ibn Abi Thalib ra, “Beri tahu aku tentang takdir!” Ali menjawab, “Jalan yang gelap, engkau jangan melaluinya.”

Orang itu kembali bertanya. Ali menjawab, “Laut yang dalam, engkau jangan menyelaminya.” Orang itu masih bertanya lagi. Ali kembali menjawab,”Rahasia Allah yang tidak mungkin engkau ketahui. Oleh karena itu, engkau tak usah mencarinya.” (Tuhfat al-Ahwadzi, bab VI/278)

Al-Khithabi berkata, “Banyak orang beranggapan bahwa makna qadha dan qadar ray ban sunglasses sale adalah pemaksaan Allah terhadap hamba untuk menerima yang telah ditentukan baginya. Tidak, tidak seperti yang mereka asumsikan. Makna sebenarnya adalah memberitahukan bahwa Allah swt lebih dulu mengetahui yang diperbuat hamba, karena perbuatan itu bersumber dari ketetapan-Nya yang Dia ciptakan, yang baik atau yan buruk.” (Syarh al-Nawawi li Shahih Muslim, kitab: al-Iman, bab: Bayan al-Iman wa al-Islam wa al-ihsan)

Takdir itu menang, dan akibatnya tidak diketahui. Oleh Cheap NFL Authentic Jerseys karena itu, jangan sampai seseorang diantara kita teperdaya dengan keadaan yang terlihat. cheap nfl jerseys Kita justru dianjurkan untuk terus memanjatkan doa supaya diberi keteguhan dalam beragama dan husnul khatimah (akhir hidup yang baik)

 

Oleh : Chairunnisa Elche Dhiee (sumber:buku “Wahai Rasulullah Mengapa Engkau Marah” karya M. Ali Utsman Mujahid)