Dikisahkan bahwa seorang ahli kunci terkenal piawai memperbaiki dan membongkar beragam jenis kunci, hingga banyak yang telah menggunakan jasanya itu. Setelah puluhan tahun membantu orang dengan jasanya, ia memutuskan akan berhenti dari pekerjaannya. Saat itu ia memiliki dua orang murid yang telah mengikutinya sejak lama. Ia masih bingung akan meneruskan keahliannya kepada siapa dari dua orang muridnya. Kedua murid itu telah menerima pengajaran tentang semua keahlian yang ia miliki.

Akhirnya ia memutuskan akan menguji kedua murid itu untuk menentukan siapa yang pantas meneruskan ilmunya. Ahli kunci itu pun menyiapkan dua buah peti yang terkunci dan disimpan di dalam ruangan yang berbeda. Setiap peti ia isi dengan emas perhiasan, serta sejumlah benda berharga.

Ketika waktunya tiba, ia pun meminta kedua muridnya untuk masuk dan membuka peti yang telah ia tentukan. Ia menunggu keduanya di luar ruangan. Tidak lama, seorang muridnya keluar. Dengan cepat ia telah berhasil membuka kunci yang terpasang pada peti yang dipasang si ahli kunci. Sang Guru bertanya, ”Kau berhasil menyelesaikannya dengan cepat. Kini kau telah cheap nfl jerseys cukup ahli. Apa isi kotak itu?” Murid menjawab dengan cepat, ”Dalam peti itu ada bungkusan berisi emas dan permata, Guru. Kilaunya gemerlap.” Gurunya hanya mengangguk mendengar jawaban muridnya. Mereka lalu menunggu murid kedua yang kemudian keluar beberapa waktu kemudian.




Kembali pertanyaan yang sama ditujukan kepada murid kedua. Murid itu hanya menjawab, ”Aku tidak membuka kotak itu sama sekali, Guru. Aku Cheap Jordan Sale hanya membuka kunci peti, lalu keluar meninggalkannya di luar,” Mendengar itu, sang guru kemudian tersenyum. Akhirnya ia menunjuk murid kedua menjadi penerus keahliannya.

Keputusan Si ahli kunci tentu saja membuat murid pertama bertanya akan ketidakadilan yang ia rasakan. “Guru, aku berhasil membuka kunci peti lebih cepat daripada dia, ray ban sunglasses sale mengapa kau memilihnya, bukan aku?” Maka Sang guru menjelaskan, ”Pekerjaan kita adalah tukang kunci. Kita berusaha membantu pemilik membuka kunci mereka jika saja anak kunci mereka hilang Timeline atau pun rusak. Jika setelah membuka kunci kita tergoda melihat isinya, itu telah melanggar moral pekerjaan kita sebagai ahli kunci. Karena tanpa moral itu, seorang ahli oakley sunglasses cheap kunci bisa dengan mudah menjadi pencuri. Apakah engkau mengerti, muridku?”

Setelah mendengar penjelasan gurunya, barulah murid pertama mengerti betapa penting menjaga moral dalam pekerjaan mereka. Sebab keahlian seseorang tanpa didukung moral yang oakley outlet baik, bisa jadi seorang ahli mudah tergoda untuk menyelewengkan keahliannya untuk melanggar amanah yang diberikan kepadanya.

(Sumber: Cinta dalam Sepotong Ikan oleh Ahmad. K. Syamsuddin)