Jihad yang dipahami sebagai perang–pemahaman yang selama ini lebih dikenal–dibagi menjadi dua, yaitu jihad perlawanan (jihad al-daf) dan jihad penyerangan (jihad al-thalab). Yang dimaksud dengan jihad perlawanan adalah melawan musuh yang masuk ke negeri Islam untuk Cheap Football Jerseys kemudian mendudukinya, menyerang jiwa, harta, kekayaan, dan kehormatan umat Islam. Meskipun, musuh tersebut tidak masuk ke negeri umat Islam secara nyata, sebagaimana terjadi dalam perang zaman Ray Ban Outlet sekarang yang dilakukan dengan cara menyerang suatu negeri dengan pesawat terbang atau nuklir dari jarak jauh.

Jihad perlawanan juga bermakna perlawanan terhadap perbuatan menindas aqidah, membuat fitnah dalam agama, merampas kebebasan untuk memilih agama, atau mengancam umat Islam untuk meninggalkan agamanya sendiri. Termasuk Ray Ban sale pula perlawanan atas segala bentuk penindasan terhadap umat Islam yang lemah–baik laki-laki, wanita, dan anak kecil–dan tidak memiliki jalan keluar hingga mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri yang dzalim penduduknya dan berilah oakley sunglasses for men kami pelindung dari sisi Engkau serta berilah kami penolong dari sisi Engkau.” (QS. An Nisaa [4]: 75)

Perlawanan terhadap musuh yang dzalim dengan menggunakan senjata dan kekuatan disebut dengan jihad perlawanan. Jihad inilah yang dilakukan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat dalam Perang Uhud dan Khandaq; jihad bangsa Aljazair terhadap penjajah jordans for cheap Perancis; dan jihad rakyat Palestina terhadap pendudukan Zionis.




Adapun jihad penyerangan adalah, jika musuh berada di negerinya sendiri, tetapi umat Islam menyerangnya dengan tujuan untuk meluaskan atau mengamankan negeri Islam. Dengan kata lain, umat Islam yang memulai melakukan peperangan tersebut. Terkadang jihad ini dilakukan agar masyarakat yang ada di negeri tersebut mendengar dakwah baru. Segala penghalang yang ada di hadapan harus dihancurkan, sehingga umat Islam bisa menyampaikan dakwah kepada seluruh manusia atau membebaskan rakyat dari kepemimpinan penguasa dzalim.

Yang paling penting, musuh atau orang-orang kafir tersebut tinggal di negeri mereka sendiri dan tidak menampakkan permusuhan. Umat Islam yang justru pertama kali menyerang mereka. Karena itu, jihad ini dinamakan venta sebagai jihad penyerangan. Jihad jenis ini seperti jihad para sahabat dan orang-orang setelah mereka yang melakukan berbagai pembebasan negeri-negeri Islam (al futuhat al islamiyah).

(Sumber: Kitab Fiqih Jihad oleh Ustadz Yusur Qardhawi)