Seluruh kewajiban yang ada di dalam agama Islam memiliki hikmah dan kemaslahatan yang tidak akan kembali kepada Allah, karena Allah Mahakaya atas semesta alam. Hikmah dan kemaslahatan tersebut hanya akan kembali kepada manusia. Tidak ada sebuah kewajiban kecuali di belakangnya pasti ada hikmah dan kemaslahatan untuk manusia. Hikmah ini bisa diketahui oleh orang yang dikaruniai untuk mengetahuinya, dan tidak diketahui oleh orang yang tidak diberikan kuasa untuk mengetahuinya.

Akan tetapi, Allah Swt pasti tidak akan mensyariatkan sesuatu yang sia-sia, sebagaimana Dia pun tidak akan menciptakan sesuatu dengan senda gurau dan penuh kebatilan. Di antara nama-nama baik yang dimiliki-Nya adalah Mahabijaksana (Al-Hakim). Allah Mahabijaksana dalam ciptaan dan hukum-Nya. Lalu, apa hikmah disyariatkannya jihad? Inilah yang akan kita bahas sekarang.

Islam tidak hanya cukup memerintahkan seorang Muslim untuk menyembah Allah dalam bentuk shalat, shaum, dan tasbih pada waktu petang dan pagi. Islam pun tidak cukup memerintahkan seorang Muslim untuk menyembah Allah dengan cara mengeluarkan sebagian hartanya dalam bentuk zakat, yang berfungsi sebagai penyucian, bantuan untuk orang-orang lemah, dan saham untuk kemaslahatan umat. Islam pun tidak cukup memerintahkan seorang Muslim untuk menyembah Allah dengan cara pergi haji ke Tanah Suci, dengan cara mengorbankan diri dan hartanya di jalan Allah.




Hal ini tidak cukup dilakukan oleh seorang Muslim selama dunia penuh cheap ray bans dengan kebatilan, kerusakan, serta orang-orang yang melawan kebaikan dan orang-orang yang melakukan perbaikan. Seorang Muslim tidak boleh ridha ketika hanya tinggal di dalam rumah, mengunci pintu, kemudian beribadah kepada Allah sendirian. Sedangkan pada saat yang sama, ia meninggalkan para pelaku kebatilan dan kedzaliman melakukan Cheap NFL Jerseys kerusakan di muka bumi, sehingga mereka bisa mempermainkan nilai-nilai kebenaran dan keluhuran. Bahkan, ia merasa cukup hanya dengan membaca hauqalah, istirja, tasbih, dan tahlil.

Ibadah yang dilakukan oleh seorang Muslim harus menjadi modal untuk melawan segala bentuk keburukan, sebagaimana ibadah zakat menjadi saham dalam melakukan kebaikan. Inilah yang disebut dengan jihad di jalan Allah: mencurahkan kemampuan dengan jiwa, harta, akal, dan lisan untuk membela kebenaran. Ibadah tersebut bukan ibada ritual (sya’a’iriyyah) seperti wholesale nfl jerseys shalat dan haji, melainkan ibadah yang dilakukan dengan niat dan tujuan. Meskipun pada hakikatnya adalah muamalah.

Seorang Muslim diperintahkan untuk melakukan kewajiban tersebut sama seperti ia diperintahkan untuk shalat, shaum, dan zakat. Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya serta berjihadlah di jalan-Nya supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah [5]: 35)

“Hai orang-orang yang beriman, rukulah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan Oakleys sunglasses Outlet buatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.” (QS. Al Hajj [22]: 77-78)

bersambung…

(Sumber: Kitab Fiqih Jihad Cheap Jerseys oleh Ustadz Yusur Qardhawi)