Percaya kepada satu Tuhan, itulah yang memberi sinar dari dalam jiwa sendiri, walaupun alam sekeliling gelap gulita. Percaya kepada Tuhan yang Satu adalah dinamo yang menghidupkan autoactivity ray ban sunglasses sale dalam diri sehingga hidup itu datang dari dalam, bukan dipompakan dari luar.

Itulah yang memberikan petunjuk mana yang salah, mana yang benar. Mana yang makruf dan mana yang mungkar. Mana yang cheap football jerseys china haq, mana yang batil. Percaya cheap football jerseys kepada Allah, itulah yang menumbuh suburkan rasa tanggung jawab.

Tak ada alam, baik langit maupun bumi sekalipun sebagai alasan untuk ditakuti. Sebab, orang yang beriman kepada Allah swt adalah orang yang takut hanya kepada Allah swt. Ia berani menghadapi segala macam bahaya dalam hidup karena ia takut pada siksa Allah swt sesudah mati. Ia berani mati badan karena takut mati nama.




Dalam memahami ayat 110 surah Ali ‘Imraan itu, hendaklah kita ambil mafhumnya dari bawah dibaca dengan sungsang.

1. Beriman kepada Allah! Itulah awal permulaan kebebasan jiwa.

2. Berani melarang yang mungkar. Itulah akibat pertama dari iman kepada Allah.

3. Berani menyuruhkan dan memimpin sesama manusia kepada yang makruf.

Itulah tugas hidup.

Belum sanggup untuk условиях seluruh dunia, mulailah dalam masyarakat negara sendiri. Belum sanggup untuk negara, mulailah di kampung halaman. Belum sanggup di kampung halaman, mulailah di rumah tangga. Belum sanggup di rumah tangga, mulailah dalam diri sendiri.

Hadapi dirimu. Tidaklah akan membahayakan bagimu orang yang telah sesat jika kamu sendiri telah dapat petunjuk.”

Itulah yang sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk seluruh manusia! Namun, kalau tidak demikian jalan yang ditempuh tidaklah mungkin menjadi yang sebaik-baik umat. Bahkan, dapat turun menjadi seburuk-buruk umat atau semalang-malang umat.

Umat yang hanya sanggup membanggakan ciptaan nenek moyangnya, tetapi tak sanggup mencipta sendiri, sama saja mutu mereka dengan umat Yahudi dan Nasrani yang mendakwakan dirinya sebagai anak-anak Allah dan kekasih Allah tadi.

Padahal, di dalam pokok untuk mencapai derajat sebaik-baik umat wholesale nfl jerseys yang ditimbulkan di tengah-tengah manusia tadi, yaitu menyuruh berbuat makruf, melarang berbuat mungkar, dan beriman kepada Allah, terusan dari ayat itu sendiri jelas sekali membuka pintu bagi Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) bahwa mereka pun akan mencapai kebajikan pula apabila mereka pun memegang ketiga pokok itu, yaitu, “Dan jikalau percaya pula Ahlul Kitab, sesungguhnya yang demikian pun adalah baik bagi mereka.” (lanjutan surah Ali Imraan Cheap Jerseys : 109)

Menilik ayat ini tidaklah terhalang bagi Ahlul Kitab akan mencapai derajat sebaik-baik umat yang dikeluarkan antara manusia jika mereka menyuruh berbuat makruf, melarang berbuat mungkar, dan percaya kepada Allah. Walaupun, mereka bukan Islam.

Oleh karena itu, selama amar ma’ruf nahi mungkar masih ada, selama itu pula Islam akan tetap hidup, dan memberikan hidup. Selama itu pula umat Islam akan menjadi yang sebaik-baik umat yang dikeluarkan di tengah-tengah manusia.

Selesai…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber: buku ‘Pandangan Hidup Muslim’ karya Prof. Dr. Hamka)