Manhaj untuk menerima (ajaran) dari Allah semata. Menerima aqidah, persepsi, nilai, tolok ukur, syariat, undang-undang, hukum, sistem, adab dan tradisi. Karena seluruh ajaran ini harus diterima dari Wujud Yang Mahasatu dan dari Hakikat Yang Tunggal dalam realita dan dalam hati.

Manhaj untuk pergerakan dan amal karena Allah semata demi mencari kedekatan dengan Hakikat, serta dalam rangka mencari keterbebasan dari berbagai tabir penghalang yang menghambat dan berbagai noda yang menyesatkan. Baik di dalam jiwa atau pada segala hal yang ada di sekitarnya, yang di antaranya meliputi perisai diri, ikatan keinginan, dan rasa takut terhadap sesuatu yang ada di alam wujud ini.

Manhaj yang mengikat, di samping itu semua, antara hati manusia dengan segala sesuatu yang ada ini ray ban sunglasses sale dengan ikatan cinta, keakraban, saling simpati, dan saling merespon. Karena keterbebasan dari ikatan segala sesuatu yang ada tersebut bukan berarti membencinya, pergi darinya, atau meninggalkannya. Sebab semua itu keluar dari tangan Allah, seluruh wujudnya berasal dari Wujud-Nya, serta memperoleh limpahan cahaya Hakikat ini. Jadi, semuanya dicintai karena mereka adalah pemberian dari Kekasih (Yang Maha Dicintai).




Ia adalah manhaj yang tinggi dan merdeka. Di dalam manhaj ini bumi terasa kecil, kehidupan dunia terasa singkat, dan kesenangan kehidupan dunia terasa tidak bermakna. Bebas dari berbagai tabir penghalang Mariano dan noda ini adalah tujuan dan cita-cita. Namun keterbebasan di dalam Islam tidak berarti meninggalkan dan mengabaikan, juga tidak berarti membenci dan pergi. Namun ini artinya upaya terus menerus dan perjuangan tidak kenal henti untuk meningkatkan kualitas seluruh umat manusia dan membebaskan kehidupan semua umat manusia. Karena itu, ia adalah khilafah dan kepemimpinan dengan segala bebannya yang ada, di samping keterbebasan dan kemerdekaan dengan segala pilar-pilarnya, sebagaimana yang telah kami jelaskan sebelumnya.

Pembebasan diri (dari kehidupan dunia) dengan cara bertapa sesungguhnya adalah yang mudah. Namun Islam tidak menghendakinya.  Karena khilafah di bumi dan kepemimpinan terhadap manusia merupakan bagian dari manhaj Ilahi untuk mencapai pembebasan tersebut. Jalan ini sesungguhnya sangat sulit, namun jalan inilah yang bisa mewujudkan kemanusiaan manusia. Yaitu mewujudkan kemenangan tiupan cheap nfl jerseys ruh yang tinggi pada keberadaan dirinya. Inilah pembebasan yang hakiki. Pembebasan ruh menuju sumber asalnya, yaitu Allah, serta merealisasikan hakikatnya yang tinggi. Sementara ia tetap bekerja di medan yang telah dipilihkan oleh Penciptanya yang Mahabijaksana.

Karena semua alasan itu, maka dakwah yang pertama terbatas pada penetapan hakikat tauhid dalam bentuk seperti ini di dalam hati. Karena tauhid dalam bentuk ini adalah aqidah bagi hati, Wholesale NFL Jerseys penafsiran tentang alam semesta serta manhaj bagi kehidupan. Bukan semata-mata kalimat cheap nfl jerseys shop yang diucapkan dengan cheap nfl jerseys lidah atau bahkan suatu bentuk yang menghujam dalam hati. Namun ia adalah perintah seutuhnya dan agama seutuhnya. Segala rincian yang ada tidak lebih dari buah alami dari menghujamnya hakikat ini dengan bentuk di dalam hati.

bersambung…

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)