Nabi saw bersabda, “Lemahkanlah setan-setanmu dengan mengucapkan la ilaha illallah muhammadur rasulullah (tiada tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah). Sesungguhnya setan melemah karenanya, seperti kalau seseorang melemahkan ontanya dengan sering menungganginya dan membebaninya muatan berat.”

Kaumku, lemahkanlah setan-setanmu dengan keikhlasan dalam mengucapkan la ilaha illallah Cheap Jerseys dengan tak semata melafalkannya. Tauhid itu membakar setan-setan manusia dan jin, karena tauhid adalah api bagi setan, on dan cahaya bagi orang yang bertauhid (muwahid). Bagaimana bisa kamu mengucap la ilaha illallah sementara dalam hatimu ada banyak Tuhan?

Segala sesuatu selain Allah yang kau jadikan sandaran dan pegangan, maka itu berhalamu. Tauhid di lisan yang disertai syirik di hati tidaklah berguna Ray Ban sale bagimu. Bersihnya badan yang disertai najisnya hati tidaklah pula berguna Wholesale NFL Jerseys bagimu. Muwahid melemahkan setannya, sedangkan musyrik dilemahkan oleh setannya. Ikhlas itu ibarat isi/biji ucapan dan perbuatan. Sebab, ucapan dan perbuatan tanpa ikhlas ibarat kulit tanpa biji.




Dengarlah kata-kataku dan amalkanlah. Ikhlas meredam api ketamakanmu dan mementahkan sengatan nafsumu. Janganlah jamah tempat api tabiatmu yang berkobar, yang bisa membakar rumah agama dan imanmu. Berkobarnya tabiat buruk, hawa nafsu, dan setan akan melalap agama, iman, dan keyakinanmu.

Janganlah dengar perkataan orang-orang munafik, yang penuh kepura-puraan, dan yang suka bersolek. Tabiat buruk untuk menaruh kepercayaan pada perkataan orang yang suka bersolek dan penuh kepura-puraan, adalah sia-sia seperti adonan mentah tanpa garam yang membuat perus mulas atau sakit.

Tundukkanlah pandanganmu dari hal-hal yang haram, cegahlah dirimu syahwat, biasakanlah memakan yang halal, dan peliharalah batinmu tetap dalam muraqabah, dan lahirmu tetap mengikuti sunah. Dengan demikian, engkau mempunyai pikiran yang sehat dan benar. Makrifatmu sehat hanya jika telah menyuburkan akal dan kalbu, dan wholesale jerseys bukan nafsu, tabiat buruk, kebiasaan ataupun gengsi.

Anak muda, pelajarilah ilmu dan ikhlaslah hingga engkau terbebas dari jejaring dan belenggu nifak. Tuntutlah ilmu karena Allah, bukan karena makhluk-Nya, dan bukan karena dunia. Tanda bahwa engkau menuntut ilmu karena Allah swt adalah engkau takut kepada-Nya ketika menjalankan perintah cheap football jerseys atau menghindari larangan, selalu merasa diawasi oleh-Nya, merasa hina di hadapan-Nya, tawaduk di hadapan makhluk tanpa merasa butuh kepada mereka, bukan karena tamak terhadap apa yang mereka punyai, dan engkau bersahabat dan memusuhi di jalan Allah swt.

Sebab, persahabatan bukan di jalan Allah sama dengan permusuhan; kegigihan bukan di jalan Allah sama dengan kesia-siaan, dan pemberian bukan di jalan Allah sama dengan kefakiran. Abdullah bin Mas’ud ra berkata, “Iman itu terdiri dari dua bagian, separuhnya berupa kesabaran dan separuhnya berupa syukur.”

bersambung…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku kitab klasik “Ikhlas Tanpa Batas” karya ulama 10 Psikolog Klasik)