Menjauhi Debat Kusir




Rasulullah saw bersabda, cheap ray ban sungalsses ‘Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada di pihak yang benar.’” (HR.Abu Daud)

Berdebat dalam membahas sebuah masalah adalah hal yang umum dilakukan. Bukan hanya kalangan berpendidikan rendah, orang yang berpendidikan tinggi pun sering kali melakukan perdebatan. Dalam bahasa Arab, debat disebut dengan jidal yaitu perbincangan, berdiskusi dengan berbantahan untuk menguatkan suatu pendapat dan mengusahakannya agar dapat diterima.

Dalam Islam, perdebatan bolleh dilakukan asalkan untuk memperoleh kemanfaatan dan kemaslahatan bersama. Al-Quran sendiri memerintahkan untuk menyeru kebajikan sekalipun dengan jalan berdebat.




Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahi siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl : 125)

Sayangnya, perdebatan yang sering terjadi di masyarakat adalah debat kusir yaitu perdebatan yang tak berujung pangkal. Perdebatan itu bahkan melebar dan tidak jelas arahnya, tidak jelas benar atau salahnya hingga terkadang menimbulkan kebingungan. Debar semacam ini sebaiknya dihindari oleh kaum muslimin.

Menurut Ibnu Taimiyah, ulama salaf melarang perdebatan yang dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan perdebatan (kurang ilmu dan lain-lain) atau perdebatan yang tidak mendatangkan kemaslahatan yang pasti, berdebat dengan orang yang tidak menginginkan kebenaran, serta berdebat untuk saling unjuk kebolehan dan saling mengalahkan yang berujung dengan ujub (bangga diri) dan kesombongan.

Orang-orang saleh zaman dulu selalu menjauhi perdebatan yang tidak bermanfaat. Mereka tidak suka berdebat bukan karena tidak berilmu melainkan karena takut kepada Allah. Mereka khawatir perdebatan itu akan menimbulkan benih-benih permusuhan dan kebencian antarsesama.

Abdullah ibn Hasan ibn Husain ra, ditanya, “Apa pendapatmu tentang perdebatan?” Dia menjawab, “Merusak persahabatan yang Slider lama dan mengurai ikatan yang ray ban outlet kuat. Minimal ia akan menjadi sarana untuk menang-menangan. Itu adalah sebab pemutus tali  silahturahmi yang paling kuat.”

Apa keutamaan meninggalkan perdebatan yang tidak bermanfaat? Diriwayatkan oleh Abu Umamah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Aku akan menjamin sebuah Cheap Ray Bans rumah di dasar Cheap Jordan Sale surga bagi orang Wholesale nfl Jerseys yang meninggalkan debat meskipun dia berada di pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah ditengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Daud)

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku ‘200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat’ karya Abdillah F.Hasan)

Leave a Reply