Pesan Rasulullah saw, saat ajalnya tiba adalah (jagalah) shalat, (jagalah) shalat. Bertakwalah kepada Allah dalam urusan budak-budak kalian.” (HR. Ahmad)

Pembantu juga manusia. Namun, perbedaan status sering membuat mereka dipandang sebelah mata. Terkadang seorang majikan berbuat semaunya Cheap Jordan Shoes kepada pembantu. Sang majikan menuntut si pembantu melaksanakan kewajiban-kewajiban yang menjadi bebannya dengan sempurna. Jika terjadi kesalahan sedikit saja, sang majikan tak segan menganiaya.

Dalam Islam, kedudukan seorang pelayan, pesuruh, atau pembantu terhadap majikan adalah sama. Cevizli Artinya, perlakukan mereka sebagaimana memperlakukan orang lain pada umumnya.




Rasulullah saw adalah orang yang sangat bijaksana dalam memperlakukan para pembantu. Mereka betah dan senang tinggal bersana beliau karena perlakuan beliau yang bijaksana. Mereka tidak pernah mendapati beliau berteriak atau memaksa melakukan sesuatu yang berlebihan.

Dikisahkan, sahabat bernama Zaid ra, hidup bersama Rassulullah saw di rumah beliau. Zaid senantiasa membantu dan Oakleys Outlet mengurusi keperluan-keperluan beliau. Kemudian sampailah kabar kepada bapak Zaid tentang keberadaan Zaid bersama Rasulullah saw. Ia pun bergegas menemui Rasulullah saw dan meminta beliau mengembalikan Zaid kepadanya. Rasulullah saw melihat pada Zaid ra dan berkata, “Kalau mau, engkau boleh tinggal bersamaku dan jika engkau mau, pergilah bersama bapakmu.” Zaid menjawab, “(Tidak wahai Ray Ban Sunglasses Rasulullah) aku ingin tinggal bersamamu.” (HR. Thabrani)

Banyak orang yang menjadi pembantu Rasulullah atas inisiatif mereka sendiri dan bukan keinginan beliau. Saat pertama kali tinggal di Madinah, Rasulullah saw tidak memiliki pembantu. Orang-orang yang berada di sekitar tempat tinggal beliaulah yang memberikan bantuan, bahkan menawarkan diri untuk menjadi pembantu beliau.

Rasulullah saw memperlakukan mereka dengan kasih sayang, hormat, dan tidak semena-mena. Beliau memperingatkan umat agar berbuat makruf kepada mereka. Bahkan akhir perkataan (yang diucapkan) Rasulullah saw saat ajal beliau tiba adalah “(jagalah) shalat, (jagalah) shalat. Bertakwalah kepada Allah dalam urusan budak-budak kalian.” (HR. Ahmad)

Orang yang berbuat zalim kepada pembantu atau budak mereka akan mendapat murka dari Allah swt. Dari Abu Mas’ud al-Anshari ra, ia berkata, “Dahulu aku pernah memukul budakku, lalu tiba-tiba aku mendengar suara dari belakangku, ‘Ketahuilah wahai Abu Mas’ud, sungguh Allah lebih mampu menghukummu, dibandingkan kemampuanmu untuk menghukumnya.’ Aku menoleh. Ternyata orang itu adalah Rasulullah saw. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, dia merdeka (bebas) demi mengharap wajah Allah.’ Beliau bersabda, ‘Jika kamu tidak melakukan hal itu (memerdekakannya), niscaya dirimu dilahap api neraka’ Atau bersabda, oakley sunglasses sale ‘Disentuh api neraka.’” (HR. Muslim, cheap football jerseys Abu Daud, dan Tirmidzi)

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku ‘200 Amal Saleh Berpahala Dahsyat’ karya Abdillah F.Hasan)