Hidup itu untuk apa?

Melihat sawah menguning ketika padi mulai masak, bukan semata teringat kepada berapa hasil berasnya. Melihat laut terhampar semata timbul selera makan ikan. Melihat gadis cantik jelita, bukan semata berkeinginan untuk menambah istri.

Bukan, bukan itu tujuan untuk hidup!




Pandanglah unta bagaimana ia dijadikan, dan pandanglah langit bagaimana ia diangkatkan, dan oakley sunglasses for men pandanglah gunung bagaimana ia dipancangkan, dan pandanglah bumi bagaimana ia dihamparkan.

Kalau kita hendak mengatahui rahasia kebenaran, ingatlah bahwa usia manusia bukanlah disandarkan pada bilangan tahun ia hidup. Kekayaan manusia bukanlah ukuran gedung dan mobilnya. Nilai umur dan nilai hidup ditentukan oleh halus-kasarnya perasaan kita dalam melihat keindahan-keindahan yang ada disekeliling kita.

Tergetarkah hati kita saat melihat bunga mengembang indah, mendengar perkutut berbunyi, dan angin sayu mendayu, bengawan mengalir, gunung menjulang tinggi, asap mengepul naik, bukit terbentang hijau, dan laut dalam membiru? Adakah terjadi tanya jawab antara hati kita dan keindahan itu, atau kita hanya diam saja?

Itu adalah “pintu-pintu” belaka, itu adalah “rumus-rumus” belaka dari sesuatu yang ada di belakangnya, yaitu keindahan yang mutlak. Keindahan yang abadi, dan keindahan yang azali.

Tertegun sejenak merenung alam dan sanggup mempertalikan keindahan itu ray ban outlet dengan hati Fake Oakleys lebih berharga, daripada seribu tahun menghabiskan usia mengumpulkan harta, bahkan mengumpulkan “ilmiah”.

Pada segala sudut dan segi alam itu kelihatan dan kedengaranlah keindahannya. Setiap keindahan ada warnanya sendiri dan ada rasanya sendiri. Saat kita berdiri di atas bukit dan merenung ke bawah, maka kita akan melihat lembah dan ngarai. Atau saat malam hari kita berada di halaman rumah, menyaksikan bintang berkelip-kelip laksana berbisik dan tersenyum. Seakan-akan tidak peduli bahwa kita dalam keadaan susah.

Semuanya itu meninggalkan kesan dalam hati sangat dalam. Sehingga kita akhirnya merasa terharu. Dan, terharu adalah gabungan dari dua perasaan yang berlawanan, yaitu sedih dalam gembira atau gembira dalam sedih.

Sesuatu hal yang menimbulkan gembira adalah karena indahnya (jamalnya), sementara sesuatu hal yang menimbulkan kesedihan ialah karena agungnya (jalalnya)

Melihat bagaiman besar dan agungnya, mulianya, terasalah rendah dan kecilnya kita manusia ini. Di manakah letak aku dalam kebesaran dan keagungan yang hebat ini?

Lihatlah matahari yang indah tapi perkasa ini. Ia Wholesale Jerseys adalah sumber dari cahaya kita dan api kita. Kedatangannnya dan kepergiannya selama 24 jam meninggalkan bekas yang terbilang ajaib tài pada alam kita. Kepada laut, cahaya yang panas itu menyebabkan uap, dan uap diangkat oleh cheap football jerseys awan ke langit. Setelah berkumpul ia menjadi mega mendung dan turun balik ke bumi, itulah yang kita kenal dengan hujan.

bersambung…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber: buku ‘Pandangan Hidup Muslim’ karya Prof. Dr. Hamka)