Sebab, persahabatan yang bukan di jalan Allah sama dengan permusuhan; kegigihan bukan di jalan Allah sama dengan kesia-siaan, dan pemberian bukan di jalan Allah sama dengan kefakiran. Abdullah bin Mas’ud ra berkata, “Iman itu terdiri dari dua bagian, separuhnya berupa kesabaran dan separuhnya berupa syukur.”

Jika engkau tak bersabar atas kesusahan dan bersyukur atas kenikmatan, maka engkau bukanlah seorang mukmin. Diantara hakikat Islam adalah istislam (berserah diri). Ya Allah, hidupkanlah hati kami dengan tawakkal, ketaatan, zikir, kepatuhan, dan tauhid. Kalaupun bukan karena orang-orang dengan hati hidup yang tersebar di bumi, cheap oakleys tentu sudah binasalah kalian, karena Allah menahan azab-Nya atas penduduk bumi nfl jerseys china lantaran Programı doa mereka.

Simbol nubuwah sudah tak ada namun substansinya masih abadi hingga hari kiamat. Jika tidak, mengapa masih ada empat puluh orang dari mereka yang menetap di bumi, mereka yang punya substansi nubuwah, dan hatinya seperti hati seorang nabi.




Diantara mereka adalah khalifah Allah dan para rasul-Nya di bumi, yang melahirkan dua santri sebagai pengganti dua ustads. Karena ini lah Nabi saw bersabda, “Ulama itu pewaris para nabi.” Merekalah pewaris dalam hal hafalan, amalan, ucapan, dan perbuatan, sebab ucapan tanpa perbuatan dan klain tanpa bukti adalah omong kosong.

Duh, jika engkau berlepas dari bergantung ray ban sale pada makhluk, dan engkau bersama Allah, maka Allah swt pun akan membuatmu tahu milikmu dan kewajibanmu. Bedakanlah milikmu dan milik orang lain. Engkau harus konsisten dan kontinu berada di pintu Allah swt dan putuslah keterikatan pada sebab (asbab) dihatimu, cepat atau lambat engkau mengerti bahwa dunia ini tak sempurna, juga makhluk dan ria di hatimu, juga hal-hal lain selain Allah, walau sekecil apapun itu, jangan ada hal lain selain Allah di hatimu.

Jika engkau tak bersabar, engkau tak punya agama, dan imanmu tak punya kepala. Nabi saw bersabda, “Sabar itu sebagian dari iman, sebagaimana kepala bagian dari jasad.” (Ibnul Qayyim)

Sabar itu berarti engkau tak mengadu pada seseorang, tak bergantung pada suatu sebab, tak membenci adanya musibah Cheap Jerseys ataupun menyenangi hilangnya. Jika seorang hamba tawaduk karena Allah swt dalam keadaan fakir, tidak menolak sifat mubah-Nya, dan menerangi kegelapan dengan ibadah, dan melihat usaha dengan kacamata rahmat, maka Allah akan mencukupi diri dan keluarganya dengan cara yang dia duga. Allah swt berfirman,

Siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan adakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tak dia sangka.” (al-Thalaq : 2-3)

Engkau seperti tukang bekam, menyembuhkan penyakit orang lain, sedangkan dalam dirimu sendiri ada penyakit yang tak kau sembuhkan….

berssambung…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : cheap jerseys buku kitab klasik “Ikhlas Tanpa Batas” karya ulama 10 Psikolog Klasik)