“Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia pasti binasa. (1) Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. (2) Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. (3) Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. (4) Yang dilehernya ada tali dari sabut. (5)”

Abu Lahab atau Abdul Uzza bin Abdul Muthalib adalah paman Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Dia dipanggil dengan Abu Lahab karena wajahnya yang cerah. Dia dan istrinya, Ummu Jamil, termasuk orang yang paling keras menyakiti Rasulullah dan memusuhi dakwah yang dibawanya.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa telah diceritakan kepadanya Husain bin Abdullah Wholesale NFL Jerseys bin Ubaidillah bin Abbas, dia berkata, “Aku mendengar Rabi’ah bin Ibad ad-Daili berkata, ‘Sesungguhnya aku ketika masih muda pernah bersama ayahku melihat Rasulullah Saw mendatangi kabilah-kabilah, sedangkan di belakangnya ada seorang lelaki juling, berwajah cerah, dan berkuncir. Rasulullah Saw berdiri menghadapi kabilah lalu bersabda, ‘Wahai Banu Fulan, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kalian. Aku memerintahkan kalian agar kalian menyembah Allah; tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun; membenarkan aku dan membelaku hingga aku dapat melaksanakan misi yang ditugaskan Allah kepadaku’. Setiap kali Nabi Saw selesai dari perkataannya, orang lain yang ada di belakangnya itu berkata, ‘Wahai Banu Fulan, sesungguhnya orang ini menginginkan agar kalian meninggalkan Lata, Uzza, dan sekutu-sekutu kalian dari bangsa jin dan Banu Malik bin Aqmas, lalu mengikuti bid’ah dan kesesatan yang dibawanya. Karena itu, janganlah kalian mendengarnya dan janganlah kalian mengikutinya’. Kemudian aku bertanya kepada bapakku, ‘Siapa orang ini?’ Bapakku menjawab, ‘Pamannya, Abu Lahab.’” (HR Imam Ahmad dan Thabrani).




Ini adalah salah satu contoh tipu daya yang dilakukan Abu Lahab terhadap da’wah dan Rasul Saw. Dalam melakukan serangan yang gencar dan dzalim ini Abu Lahab dibantu oleh oakley sunglasses sale istrinya, Ummu Jamil atau Arwa binti Harb bin Umaiyyah, saudara perempuan Abu Sofyan.

Abu Lahab bersikap demikian Cheap Jordans Sale kepada Rasulullah Saw sejak hari pertama da’wah. Imam Bukhari meriwayatkan dengan sanad dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saw ke luar lembah, lalu naik ke bukit dan berseru, “Bergegaslah di pagi hari ini,” hingga orang-orang Quraisy berkumpul mendatanginya. Kemudian Nabi Saw bersabda, “Bagaimana pendapat kalian jika aku cheap football jerseys sampaikan bahwa wholesale nfl jersyes musuh menyerang Blog kalian di pagi hari atau sore hari ini? Apakah kalian membenarkanku?” Mereka menjawab, “Ya.” Nabi Saw kembali bersabda, “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan kepada kalian dari siksaan yang pedih.” Abu Lahab berkata, “Apakah untuk hal ini kamu mengumpulkan kami? Maka binasalah kamu.” Kemudian Allah menurunkan surat: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa…” Di dalam riwayat lain disebutkan, kemudian Abu Lahab berdiri sambil menggerakkan kedua tangannya dan berakata, “Binasalah kamu sepanjang hari! Apakah untuk hal ini kamu mengumpulkan kami?” Kemudian Allah menurunkan surat ini. (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

bersambung…

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)