Jihad adalah fardhu’ain, baik dilakukan dengan hari, lisan, harta, atau tangan. Setiap Muslim harus melakukan salah satu jenis jihad tersebut.

Jihad cheap jerseys china dengan cheap nfl jerseys shop nyawa (al-jihad bi al-nafs) adalah fardhu kifayah. Adapun jihad dengan harta, ada dua pendapat terkait kewajibannya, dan pendapat paling kuat adalah wajib. Sebab, di dalam Al Qur’an, perintah jihad dengan harta dan nyawa adalah wajib. Sebagaimana diungkap oleh ayat, “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, serta berjihadlah dengan harta dan jiwa di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At Taubah [9]: 41)

Allah Swt pun mengaitkan keselamatan dari api neraka, ampunan dosa, dan masuk surga dengan jihad. Firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, maukah kamu Aku tunjukkan kepada suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad Baratas Ray Ban di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang cheap nhl jerseys lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. Allah pasti akan mengampuni dosa-dosamu wholesale nfl jersyes dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, serta (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di sruga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al-Shaff [61]: 10-12)




Allah Swt juga menegaskan bahwa jika orang-orang beriman melakukan jihad, Dia pasti akan memberikan sesuatu yang mereka cintai, baik berupa kemenangan atau pembebasan yang dekat. Firman-Nya, “Dan (ada lagi) karunia lain yang kamu sukai.” (QS. Al-Shaff [61]: 13). Dengan kata lain, kalian memiliki hal lain yang kalian senangi dalam jihad, yaitu, “Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat.” (QS. Al-Shaff [61]: 13)

Allah Swt Columns pun memberitahukan bahwa, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman, diri, dan harta mereka, dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS At Taubah [9]: 111). Allah Swt telah mengganti jiwa dan harta tersebut dengan surga. Akad dan perjanjian ini telah dijelaskan di dalam seluruh Kitab Suci, baik Taurat, Injil, maupun Al Qur’an.

Allah Swt kemudian menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang tepat dalam memenuhi janji kecuali Dia. Hal ini ditegaskan lagi dengan perintah-Nya kepada orang-orang beriman agar bergembira dengan perjanjian tersebut. Akhirnya, Allah memberitahukan kepada mereka bahwa hasil dari perjanjian tersebut berarti kemenangan yang besar.

Salah satu hadits tentang jihad

Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah bersabda, “Wahai Abu Sa’id, barangsiapa ridha Allah sebagai Rabb-Nya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai nabinya, maka ia pasti masuk surga.” Abu Sa’id takjub seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sudikah engkau mengulanginya untukku?” Beliau pun mengulanginya, kemudian beliau melanjutkan, “Dan ada satu amalan yang dengannya seorang hamba akan diangkat derajatnya di surga sebanyak seratus derajat, antara derajat satu dengan derajat yang lain seperti jarak antara langit dan bumi.” Abu Sa’id berkata, “Amalan apakah itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah, jihad di jalan Allah.” (HR Muslim)