Hikmah Perang Bani Qainuqa (Bag 2)




Rasulullah lalu berkata kepada Abdullah bin Ubay, “Mereka adalah milikmu.” Setelah itu, Rasulullah memerintahkan mereka segera keluar dari Madinah dan jangan menetap di dekat kota. Akhirnya, mereka pergi menuju perbatasan Syam. Namun, di tempat itu, sebagian besar mereka mati.

Pada saat itu Ubadah bin Shamit memiliki hubungan baik dengan Yahudi Bani Qainuqa, seperti halnya Abdullah bin Ubay. Sesaat setelah pengusiaran, Ubadah pergi menemui Rasulullah dan berkata, “Sungguh, aku tetap setia hanya kepada Allah, rasul-Nya, dan kaum mukmin. Aku telah melepas kesetiaanku kepada kaum kafir dan para pengikutnya.” Berkenaan dengan kisah Abdullah bin Ubay dan Ubadah bin Shamit, turunlah ayat:

“Wahai orang beriman, janganlah menjadikan orang Yahudi dan orang Nasrani sebagai teman setiamu; mereka satu sama lain saling melindungi. Siapa saja di antara kamu menjadikan mereka teman Cheap Ray Ban Sunglasses setia, sesungguhnya ia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang dzalim. Maka, kamu akan melihat orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata, ‘Kami taku akan Cheap nba Jerseys mendapat bencana.’ Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau suatu keputusan dari sisi-Nya, sehingga mereka menyesali apa yang mereka rahasiakan dalam diri merek.” (QS. Al Maidah [5]: 51-52)




Hikmah dan Pelajaran

Peristiwa ini cheap jordans online secara keseluruhan menunjukkan kaum Yahudi tak dapat melepaskan diri dari watak berkhianat. Mereka selalu merasa tidak nyaman menjalani hidup kecuali dengan menjahati dan menghianati orang-orang sekitar. Dengan segala cara mereka terus berupaya melakukan itu semua. Bagi kita, peristiwa ini mengandung beberapa poin penting yang dapat kita renungkan.

Pertama

Berkaitan dengan pensyariatan hijab bagi perempuan. Food Seperti telah diceritakan, pemicu konflik antara Muslim dan Yahudi Bani Qainuqa adalah tindakan kasar beberapa orang Yahudi terhadap seorang perempuan Muslim agar membuka cadar mukanya ketika wanita itu datang ke pasar mereka untuk suatu urusan. Sebab yang menjadi pemicu peristiwa ini, tidak serta merta menafikan sebab lain seperti yang disebutkan dalam beberapa buku sirah, yakni bertambahnya kedengkian Yahudo terhadap kaum Muslim yang berhasil memnangkan peperangan di Badar dan ucapan mereka kepada Rasulullah, “Demi Tuhan, seandainya kau berperang melawan kami, kau pasti akan tahu bahwa kami memang ahli berperang.”

Besar kemungkinan, kedua sebab itulah yang memicu konflik besar itu. Pasalnya, mustahil Rasulullah membatalkan perjanjian damai dengan mereka hanya karena ucapan dan raut wajah mereka menunjukkan kedengkian. Namun, mereka pasti melakukan tindakan yang sangat menyakiti Cheap Jordan Sale perasaan kaum Muslim sebagaimana yang telah dirawayatkan Ibnu Hisyam.

Insiden Bani Qainuqa menunjukkan, hijab yang disyariatkan Islam bagi perempuan haruslah Ray Ban Sunglasses menutupo bagian wajah. Jika tidak, perempuan Arab dalam kisah di atas tentu tidak perlu menutupi wajahnya saat berjalan memasuki pasar. Seandainya menutup wajah bukan bagian ketetapan Islam, tentu orang Yahudi tidak akan terdorong untuk melecehkan dan mengolok-olok wanita itu. Sebab, mereka melecehkan perempuan itu dengan maksud untuk menodai rasa keagamaannya yang tampak jelas dari caranya berpakaian.

bersambung…

(Sumber: The Great Episodes of Muhammad oleh Dr. Al Buthy)

Leave a Reply