Rasulullah cheap jerseys menegaskan, manusia itu memang banyak salahnya. Tetapi sebaik-baik orang yang banyak salahnya adalah orang yang banyak taubatnya. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad). Maka, masalahnya bukan bagaimana mematikan dosa. Itu sangat mustahil. Boleh jadi hari ini seorang muslim mengakhiri cheap jordans online kesalahannya. Tapi sangat mungkin pula esok atau lusa ia tergelincir dalam kesalahan lagi.

Namun itu bukan alasan untuk mencari-cari ‘pembenaran’ atas kesalahan dan dosa. Seperti yang dilakukan kebanyakan orang, yang merasa tidak punya kekuatan ikhtiar. Ia merasa segalanya ‘dipaksakan’ Allah terhadap dirinya, termasuk perilaku buruknya. Ini tentu sangat fatal. Tidak benar secara aqidah maupun secara etika dengan Allah. Bagaiamana pun, kesalahan akan diganjar dengan siksa atau pemaafan. Sebagaimana kebaikan selalu dijanjikan pahala.

Karenanya, masalah utamanya adalah bagaimana ada proses perbaikan diri yang berkesinambungan (continuous improvement). Karena perbaikan tak kenal kata berhenti. Dan itulah sebenarnya inti dari taubat, yang diilustrasikan Allah ketika menggambarkan orang-orang yang bertaqwa, “Yaitu orang-orang yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, Wholesale nfl Jerseys maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.’ jordan retro 1 (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (QS. Ali Imran: 16-17)




Semangat perbaikan diri seharusnya selalu menyala dalam jiwa setiap muslim. Karena Allah Swt tidak pernah menutup pintu taubat, sebelum nyawa seseorang sampai di kerongkongan. Ampunan Allah jauh lebih luas dari dosa-dosa hamba-Nya. “Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Az Zumar: 53)

Semua itu harus membuat setiap muslim optimis dan percaya sepenuh hati, bahwa selalu ada peluang dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Waktu belum lagi habis. Kehidupan masih belum usai. Secepatnya Over harus dimanfaatkan, selagi matahari belum terbit dari barat ke timur untuk tenggelam.

Bahkan, Rasulullah menyatakan–sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim–seandainya manusia itu tidak berdosa, niscaya Allah akan menghilangkan mereka, lalu mendatangkan kaum yang lain. Lalu kaum yang baru itu berbuat dosa, lantas memohon ampun, dan Allah pun mengampuni mereka.” (HR Muslim)

Fakta-fakta di atas tidak memerlukan penjelasan yang rumit. Segalanya begitu gamblang. Kasih sayang Allah begitu luas. Rahmat dan ampunan-Nya begitu besar. Tetapi semua itu bisa menjadi bumerang bagi orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Kelapangan dan keluasan ampunan Allah tidak untuk dipermainkan. Ia hanya bisa menjadi spirit bagi orang-orang yang jujur dan mau meniti jalan kebaikan.

Dibutuhkan sikap bijak dalam menyikapi kebaikan dan keburukan. Diperlukan kefahaman dalam menimbang pahala dan dosa. Harus ada rasa penerimaan yang dalam atas segala ketetapan Allah. Tapi bukan kepasrahan dalam kekalahan. Orang-orang cheap Air Jordans yang menang bukan mereka yang lari dari kenyataan hidup. Tetapi yang arif menyiasati hidup. Ya, karena hidup memang adil.

(Sumber: Majalah Tarbawi)