Pengungkapan surat ini mengandung harmoni yang cermat dan nyata disertai tema dan nuansanya. Kita mengutip sebagian penjelasannya dari buku Masyahid al-Kiyamat fi Al-Qur-an, sebelum kita memaparkan pengaruh surat ini pada jiwa Ummu Jamil yang merasa takut dan berang kepadanya:

“Abu Lahab. Kelak NFL Jerseys Cheap ia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan istrinya yang mengumpulkan kayu bakar. Kelak akan memasuki api itu juga serang dibelenggu lehernya dengan tali dari sabut.”

“Harmoni dalam bahasa. Harmoni dalam bentuk. Neraka Jahannam di sini adalah api yang berjolak (lahab), yang akan dimasuki Abu Lahab. Dan istrinya yang suka membawa kayu bakar (dengan arti hakiki atau kiasan) dan meletakkannya di jalan yang dilalui Muhammad untuk menyakitinya. Kayu bakar adalah salah satu bahan yang menyebabkan gejolak api. Istri Abu Lahab mengikatnya dengan tali. Maka siksaan baginya di dalam api neraka yang bergejolak tersebut adalah dibelenggu dengan tali dari sabut, agar oakley sunglasses for men balasan sesuai dengan perbuatan dan bentuknya sesuai dengan kandungannya yang sederhana: kayu bakar dan tali, api dan gejolak api, yang akan dimasuki Abu Lahab dan istrinya yang suka membawa kayu bakar.”




“Harmoni jenis lain terdapat dalam irama kata, dengan suara yang ditimbulkan oleh kuatnya ikatan kayu bakar dan diseretnya leher dengan tali dari sabut. Bacalah: “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia pasti binasa.” (1) Di dalam ayat ini Anda mendapati tekanan yang demikian kuat, serupa dengan kuatnya bunyi ikatan (kayu bakar) dan seretannya. Juga serupa dengan pembelengguan leher Cheap Ray Bans dan tarikannya. Demikian pula serupa dengan nuansa ikatan dan ancaman yang terkandung dalam surat ini.”

“Demikianlah keharmonisan irama musik bersama gerak bunyi perbuatan, bertemu dengan keharmonisan bentuk-bentuk detailnya yang serasi. Juga bertemu dengan keharmonisan jinas lafzhi (penggunaan dua kata yang bentuk atau bunyinya sama tapi artinya berbeda), serta terpeliharanya kata bandingan dalam ungkapan. Juga serasi dengan nuansa surat dan sebab turunnya. Seluruh gambaran itu cukup hanya dengan lima penggal yang pendek-pendek, dan dalam surat terpendek Al Qur’an.”

Keharmonisan ungkapan yang begitu kuat Baratas Replicas Ray Ban ini membuat Ummu Jamil mengira bahwa Rasulullah Saw telah mengecamnya dengan sindiran melalui syair. Khususnya setelah surat dan kandungannya berisi ancaman, kecaman, dan gambaran yang buruk tentang O Ummu Jamil tersebut tersebar luas. Sebuah gambaran mengenai penghinaan kepada wanita yang NFL Jerseys Cheap mengagumi dirinya dan suka membanggakan kedudukan dan keturunannya itu. Kemudian gambaran ini terlukiskan untuk dirinya: “pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut.” Gambaran ini disampaikan dengan ungkapan yang kuat yang sudah popular di kalangan bangsa Arab.

bersambung…

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)