Mungkin ada yang mengatakan, kisah yang hanya diriwayatkan Ibnu Hisyam itu mengandung beberapa kelemahan sehingga tidak bisa dijadikan dalil untuk menetapkan suatu hukum. Namun, penting dicatat, riwayat Ibnu Hisyam dikuatkan banyak hadits lain yang kesahihannya sudah disepakati dan tidak bisa disangkal.

Di antara hadits penguat itu adalah hadits riwayat Bukhari dari Aisyah pada bab “Pakaian Orang Ihram”. Aisyah berkata, “(Ketika berihram) jangan mengenakan litsam (kerudung panjang), burqu (kain transparan penutup wajah kecuali mata), dan oakley sunglasses sale pakaian yang ditaburi minyak wars atau Za’faran.” Hadits semisal diriwayatkan Imam Malik dalam al-Muwaththa‘ dari Nafi bahwa Abdullah bin Umar berkata, “Seorang perempuan yang tengah berihram tidak boleh mengenakan cadar dan sarung tangan.” (HR Bukhari)

Pertanyaannya, mengapa saat dalam keadaan ihram kaum perempuan dilarang mengenakan burqu atau cadar? Mengapa larangan ini hanya berlaku bagi Wholesale nfl Jerseys perempuan, tidak bagi laki-laki? Tidak diragukan lagi, larangan ini menunjukkan kebiasaan perempuan pada saat itu yang selalu mengenakan cadar dan burqu. Kebiasaan itulah yang dilarang pada waktu ihram.




Hadits semakna diriwayatkan Muslim dari Fatimah bin Qais. Dikisahkan, setelah dicerikan suaminya, Fatimah bin Qays diperintahkan Rasulullah agar menghabiskan masa iddahnya di rumah Ummu Syuraik. Tak lama berselang, seorang utusan datang menemui Fatimah binti Ways dan menyampaikan pesan Rasulullah, “Para sahabatku sering singgah di rumah Ummu Syuarik. Maka, untuk sementara waktu, tinggallah di rumah sepupumu, Ibn Ummi Maktum yang buta. Sebab, di sana jika kau menanggalkan selendangmu, ia takkan melihatmu.”

Itulah beberapa hadits yang mewajibkan perempuan menutupi wajah dan bagian lain tubuhnya di hadapan laki-laki asing dan bukan muhrim. Terkait dalil yang mengharamkan фар laki-laki melihat aurat perempuan bukan muhrim, ada banyak hadits yang bisa disebutkan di sini.

Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan al-Tirmidzi dari Barirah bahwa Rasulullah pernah berkata kepada Ali, “Wahai ray ban outlet Ali. jangan meneruskan satu pandangan (kepada perempuan nonmuhrim) dengan pandangan lain. Bagimu hanya pandangan pertama, tetapi tidak pandangan selanjutnya.”

Diriwayatkan Bukhari dan Ibnu Abbas bahwa Nabi Saw pernah berjalan di belakang Fadhal bin Abbas pada hari penyembelihan kurban (hadits ini kemudian menyebut kisah tentang perempuan Khats’am yang cantik). Waktu itu, Fadhal cheap Air Jordans memandang perempuan itu cukup lama. Nabi Saw memegang dagu Fadhal dan mengarahkan wajahnya ke samping supaya tidak memandang perempuan itu lama-lama.

Hadits-hadits di atas memuat dua larangan sekaligus: larangan perempuan membuka wajah atau salah satu bagian tubuhnya di depan laki-laki asing dan larangan laki-laki memandang perempuan bukan muhrim. Semua ini sudah cukup menjadi dalil oakley outlet bahwa bagian wajah perempuan adalah aurat yang mesti ditutupi di depan laki-laki asing, kecuali dalam kondisi tertentu, seperti ketika berobat, belajar, memberi kesaksian, dan semisalnya.

bersambung…

(Sumber: The Great Episodes of Muhammad oleh Dr. Al Buthy)