Dicap “Calon Mantu”




AKSI 212 yang dihadiri tujuh juta lebih umat islam, cheap China Jerseys tumpah ruah dari Monas, Bundaran HI bahkan hingga Cempaka Putih. Alhamdulillah, Allah menurunkan hujan sebagai rahmat. Memberikan rasa damai nan teduh pada jiwa-jiwa kami. Dengan jumlah massa yang begitu banyak, jalanan penuh, berjalan pelan, alhamdulillah walau terkadang berdesakan, tapi tidak membuat para peserta menjadi panas penuh emosi.

Di sini tampak sekali persatuan umat islam dalam beritsar, mendahulukan saudaranya, terutama anak-anak dan perempuan.

Di sinilah kami, para peserta perempuan mendapatkan ukhuwwah itsar tersebut. Dari kami berangkat, hingga saat mengantri toilet yang panjangnya luar biasa. Kami merasa pasti mereka juga sudah lama berdiri dan mengantri. Tapi ketika kami datang, mereka langsung mendahulukan kami. “Akhwat dikasih tempat, dahulukan akhwat,” ucap beberapa peserta aksi—termasuk Cheap Jordans bapak-bapak (yang biasanya egonya lebih besar dari anak muda) dengan legowonya memberikan “toiletnya” pada kami.




Saat pulang dari Monas, kami harus berjalan nba jerseys sales kembali ke tempat pertama kami berkumpul. Jaraknya pun cukup jauh sekitar lima kilo meter. Dengan tenaga yang sudah terpakai, semua peserta aksi ingin kembali ke tempat masing-masing. Tak bisa dibayangkan jika ini adalah lautan manusia namun dengan agenda lain—semisal antri sembako atau antri beli cheap oakleys sesuatu—pasti suhu panas, emosi pun tak terelakkan, dan berakhir dengan keributan.

Ini aksi “Super” damai, benar-benar damai. Dengan “lelah” itu tidak membuat kami mudah terpancing. Benarlah Allah menurunkan hujan untuk mendamaikan jiwa-jiwa kami, bahkan bisa jadi mengusir keragu-raguan iman kami. Kami terenyuh, tersentuh. Saat massa penuh, jalan setapak demi setapak, terkadang harus berdesakan dengan lawan jenis membuat kami mau tidak mau membiarkan itu terjadi karena keadaan yang darurat.

Akan tetapi banyak Wyatt di antara mereka yang hadir, selalu itsar bahkan di tengah suasana padat mereka dengan itsarnya membuka jalan untuk kami peserta perempuan. Walau kami tau, pasti mereka sama-sama membutuhkan. menginginkan jalan tersebut untuk segera dilewati.

“Ibu-ibu kasih jalan,” seru para peserta aksi.

Bahkan beberapa peserta aksi tidak hanya bersuara, tapi langsung bertindak membuka jalan dan meminta peserta yang lain untuk tidak egois. Memberikan kemudahan pada anak-anak dan perempuan.

Tiap kami lewat, alhamdulillah. Sering kami diberi jalan.

Mulai dari,”Ibu-ibu lewat, ibu-ibu lewat”. (Walau tidak semua yang ada di situ adalah ibu-ibu, bahkan anak SMP pun ada).

“Kasih jalan, kasih jalan.”

“Dahulukan ibu-ibu.”

“Akhwat-akhwat!”

“Ucapkan alhamdulillah,” langsung semua bilang alhamdulillah, hehehe krik krik krik, karena memang peserta laki-laki lebih banyak dari perempuan.

Tibalah rombongan bapak-bapak. Mereka berkata,”Calon mantu lewat, calon mantu lewat!”

Grrrr, akhwat single yang mendengarkan itu langsung mesam-mesem.

Suasana langsung “cair”, mendengarnya pun lucu dan cukup “menghibur” nfl jerseys china di tengah suasana yang tampak membuat kami merasa khawatir. Khawatir karena perjalanan masih lama, sementara kami merasa takut kalo kami tidak kuat dan menyusahkan jamaah lain jika kami jatuh atau pingsan.

Alhamdulillah. []

 

oleh: Tinta Tumpah

sumber: islampos

Leave a Reply