Berdasarkan pada isyarat dan persepsi khusus yang dibangunnya tentang hakikat persoalan ini menjadi jelaskan peran Rasul Saw dan para sahabatnya terkait dengan pemuliaan Allah kepada mereka dan kehormatan yang diberikan Allah kepada mereka dengan merealisasikan pertolongan-Nya melalui diri mereka. Sesungguhnya peran Nabi dan para sahabatnya adalah menghadapkan diri kepada Allah membaca tasbih, pujian, dan istighfar pada saat kemenangan.

Tasbih dan pujian, atas karunia dari-Nya kepada mereka dengan menjadikan mereka cheap ray bans sebagai para pengemban amanah dakwah-Nya dan sebagai penjaga agama-Nya. Juga atas rahmat yang dilimpahkan kepada segenap ummat manusia melalui pertolongan-Nya kepada agama-Nya, kemenangan-Nya yang diberikan kepada Rasul-Nya, serta masuknya manusia secara berbondong-bondong ke dalam kebaikan yang melimpah ruah ini, setelah mereka mengalami buta, sesat, dan rugi.

Istighfar (memohon ampunan) dari berbagai kondisi jiwa yang banyak, lembut, dan halus celah masuknya. Istighfar dari rasa bangga yang kadang muncul  atau menyelinap dalam hati karena mabuk kemenangan setelah perjuangan dan penderitaan yang panjang. Ini adalah celah masuk yang sulit dihindari dalam diri manusia. Karena semua hal inilah dilakukan istighfar.




Istighfar wholesale jerseys china dari perasaan yang kadang bermunculan di hati atau menyelinap ke dalam hati saat melakukan perjuangan panjang, penderitaan berat, kesulitan yang menghimpit, atau kesedihan yang memilukan seperti ketika menghadapi kesulitan serta merasa terlalu lama menunggu hadirnya janji Allah, dan terguncang. Sebagaimana yang difirmankan-Nya:

“Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul el dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan ray ban sale Allah?’ Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. Al Baqarah: 214)

Dari hal inilah dilakukan istighfar.

Pun istighfar dari kekurangan dalam memuji Allah dan mensyukuri-Nya. Sebab cheap nba jerseys upaya manusia, apa pun adanya, sangat lemah dan terbatas, sementara nikmat-nikmat Allah selalu melimpah ruah dan mengalir.

“Dan jika kalian hendak menghitung nikmat Allah niscaya kalian tidak akan bisa menghitungnya.” (QS. Ibrahim [14]: 34)

Dari kekurangan inilah dilakukan istighfar.

Di sana ada rahasia lain berkaitan dengan istighfar pada saat kemenangan. Di dalamnya ada isyarat dan penyadaran kepada jiwa pada saat merasa bangga bahwa sesungguhnya ia senantiasa cheap jerseys berada dalam kekurangan dan kelemahan. Karena itu ia harus melepas segera keangkuhannya dan memohon ampunan kepada Tuhannya. Hal ini dapat mengekang berbagai gejolak rasa bangga dan keterpedayaan.

Selain itu, kesadaran akan kekurangan, kelemahan, dan kesalahan dengan kemudian menghadapkan diri kepada Allah demi memohon ampunan dan maaf, juga dapat menjamin agar tidak bertindak semena-mena terhadap mereka yang kalah. Orang yang memperoleh kemenangan hendaknya senantiasa merasa diawasi Allah dan memperlakukan orang yang kalah tersebut. Karena Dia-lah yang memberikan kemenangan atas mereka. Faktanya dia (manusia) sendiri sangat lemah, serba kurang, dan banyak salah. Sesungguhnya kemenangan  adalah kekuasaan Allah atas mereka sebagai realisasi terhadap perkara yang dikehendaki-Nya. Kemenangan tersebut adalah kemenangan-Nya, pertolongan tersebut adalah pertolongan-Nya, dan agama tersebut adalah agama-Nya. Kepada Allah segala urusan pasti kembali.

bersambung…

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)