Saudaraku..

Indah sekali ungkapan Rasulullah Saw menggambarkan keagungan kedua orang tua. Dalam sebuah haditsnya, Rasul mengatakan, “Orang tua itu adalah sebaik-baiknya pintu surga, seandainya kamu mau, jagalah pintu itu dan jangan kau sia-siakan.” (HR. Turmidzi).

Surga, sebuah tempat yang disediakan oleh Allah Swt untuk membalas amal ibadah dan berbagai kebaikan seorang hamba selama menjalani hidup di dunia. Sebuah tempat yang kenikmatannya tak pernah bisa hadir dalam pikiran manusia. Dan pintunya, digambarkan oleh Rasulullah Saw dalam hadits itu, adalah orang tua. “Jagalah pintu itu dan jangan kau sia-siakan.”




Tahukah kita, bahwa untuk bisa hidup bahagia, mendapat berkah, diluaskan rezeki, dipanjangkan umur dan dimudahkan segala urusan, dimasukkan surga, menurut Rasulullah kuncinya ada pada berbuat baik kepada orang tua. Begitulah, “Ridha Allah tergantung ridha orang tua, dan murka Allah tergantung murka orang tua.” (HR. Bukhari). Keridhaan orang tua, akan segera membekas dan berpengaruh dalam perjalanan hidup seseorang. Sebaliknya, kemarahan dan ketidaksukaan orang tua, juga akan segera membawa dampak dalam hidup seseorang.

Itu yang juga pernah dikatakan oleh Rasulullah Saw, “Dua perbuatan dosa yang Allah cepatkan adzabnya (siksanya) di dunia yaitu berbuat zalim dan durhaka pada orang tua.” (HR. Hakim)

Keutamaan berbakti pada orang tua, sampai-sampai menjadikan Imam Ghazali menyimpulkan: “Kebanyakan ulama mengatakan bahwa taat pada dua orang orang tua itu wajib dilakukan dalam masalah syubuhat (yang belum jelas halal dan haramnya). Tapi tidak wajib dilakukan dalam masalah keharaman yang sudah jelas. Itu karena meninggalkan yang syubhat adalah sikap wara, sedangkan berbakti pada orang tua adalah wajib.” (Ihya Ulumiddin, 2/218)

Itulah sebabnya para Nabi alaihimussalam dan orang-orang shalih, selalu mempunyai sikap yang menonjol yakni berbakti pada orang tua. Perhatikanlah perkataan dan lantunan do’a yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an, yang pernah diucapkan oleh para Nabi alaihimussalam, terkait hubungan mereka dengan orang tua. Nabi Isa as mengatakan: “Dan Allah memerintahkan aku berbakti pada ibuku dan tidak menjadikanku sebagai orang yang sombong dan celaka.” (QS. Maryam : 32)

Lihat juga untaian doa Nabi Ibrahim dalam surat Ibrahim ayat 41: “Wahai Rabb-ku berikanlah ampunan untukku dan kedua orang tuaku, dan seluruh orang-orang Mukmin pada hari ditegakkannya hisab.” Begitu juga perkataan Nabi Sulaiman, “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dalam rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.” (QS. An-Naml : 19)

Dengarkan bagaimana cerita Aisyah ra yang suati hari mendengarkan Rasulullah bercerita. “Pada waktu Isra Mi’raj, aku memasuki surga dan mendengar suara orang sedang membaca Al-Quran. Aku bertanya pada Jibril, “Siapakah orang itu?” Jibril menjawab, “Haritsah bin Numan.” Rasul lalu mengatakan, “Demikianlah pahala berbakti pada ibu. Haritsah adalah orang yang paling berbakti pada ibunya.” (HR. Nasai)

Allahu Akbar, Maha Besar Allah….

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku ‘Tarbawi’ edisi 69)