Kalau mata ini sulit menangis ketika membaca Al-Quran karena banyak tertawa, maka kurangilah tertawa. Kalau anak-anak terlalaikan karena terlalu banyak mendengarkan kidung cinta yang tertuju kepada Rabbnya, maka jauhkanlah kidung itu dari mereka.

Penulis Tarikh Daulah Utsmaniyah menuturkan sebab runtuhnya daulah besar ini. “Tidak ada kemampuan yang memadai, tidak ada kejujuran dan keikhlasan sebagian menterinya. Inilah yang menyebabkan negara berada di jurang kehancuran. Andai saja para menteri meletakkan kemajuan negara sebagai tujuan di hadapan mata mereka dan selalu menghilangkan kepentingan pribadi, pasti negeri ini tidak akan kehilangan sejengkal tanahnya. Tetapi Cheap Oakleys memang hanya orang-orang yang tertentu saja yang mampu berpikir bijak.”

Khilafah kita berakhir karena sebab-sebab itu. Kalau tidak ingin kepedihan ini terulang, jangan lagi mengulangi kesalahan. Jangan lagi masuk ke lubang yang sama.




Ahmad bin Khidir menikahi Umu Ali. Setelah pernikahan, Ahmad Khidir beserta istri datang kepada Abu Yazid Al-Bustomi. Sang istri memalingkan wajahnya. Ahmad bertanya, ” Mengapa kamu memalingkan wajahmu?” Istrinya menjawab, “Karena setiap aku memandang wajah Abu Yazid, hilanglah semangat jiwaku. Dan setiap aku memandangmu semangat jiwaku bangkit.” Setelah itu mereka berdua keluar. Ahmad berkata kepada Abu Yazid, “Nasehati aku.” Dengan singkat Abu Yazid menjawab, “Belajarlah dari istrimu.”

Ya, pesan singkat bermakna padat. Umu Ali mengetahui sebab kehilangan sesuatu dalam jiwanya. Maka dia pun menghindarinya. Pantas saja Abu Yazid hanya berpesan pendek, “Belajarlah dari istrimu.”

2. Bangkitkan kenangan, dimana dulu kita mendapatkannya

Setiap kita mempunyai kenangan yang baik. Kenangan pada seorang. Kenangan pada tempat. Kenangan pada suasana. Kenangan ini tentu masih terekam dalam ingatan. Bahkan nfl jerseys china mungkin tidak akan pernah terhapus oleh pergantian hari. Namun, ada kalanya sebagian hidup kita terasa un hilang. Boleh jadi kemesraan keluarga yang dulu ada kini entah ke mana perginya. Maka, mungkin kita perlu mencoba mendatangi tempat pertama kali dimana kita mengukir kemesraan itu. Atau mengembalikan suasana mesra yang dulu.

Ini hanyalah bagian dari cara untuk membangkitkan kebaikan yang dulu ternyata pernah bisa kita lakukan. Boleh jadi dulu kita pernah sering berpuasa atau sholat sunnah. Namun kini kita tak lagi melakukannya. Dan kita pun kehilangan kenyamanan hati seperti yang dirasakan ketika mengamalkan ibadah sunah.

Maka mungkin kita perlu mencoba untuk oakley sunglasses sale napak tilas. Kita cari dan kita munculkan lagi tempat dan suasana yang membawa pada keinginan beribadah. Kita munculkan alasan dan pendorong yang dulu bersemayam di hati. Hingga kita bergairah untuk kembali mendekati Allah dengan melakukan amalan sunah yang berkualita.

Dalam sejarah kita jumpai sebgaian ulama sengaja memasukkan dirinya dalam liang lahat yang ia buat sendiri. cheap Air Jordans Tentunya bukan karena ingin menyudahi atau meratapi hidupnya. Tetapi ia ingat di tempat itulah ia mendapatkan Cheap NFL Authentic Jerseys kembali semangat dan tekad untuk dekat kepada Allah. Hingga ia kembali dan kembali ke liang lahat yang sama, untuk menemukan semangat dan tekad yang hilang.

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku ‘Tarbawi’ edisi 69)