“Dengan kebersihan harta, saya dan keluarga lebih merasakan indahnya kebersamaan hidup. Anak-anak pun tumbuh sehat dan giat, kerja lebih konsentrasi dan ibadah pun lebih khusyu. Ursprung Terasa kebetapa berkahan Ilahi begitu terlimpah pada kami. Dan, nikmat Allah yang paling luar biasa, Ia menjadikan anak pertama kami telah hafal Al Qur’an hingga 30 juz dalam umur 9 tahun,” tambah Arie.

Sungguh benar apa yang dikatakan Rasulullah dan para sahabat bahwa apa yang kita peroleh dan kita makan, maka sari makanan itu menjadi darah dan darah akan menjadi daging. Dan itulah yang mengontrol perilaku dan kondisi hati kita. Puncaknya adalah berpihak atau tidaknya keberkahan hidup kepada kita, sangat tergantung dari mana dan bagaimana makanan yang kita konsumsi.

Selain Arie Wibowo, Cheap Jerseys From China soal makanan halal juga menjadi perhatian Din Komala (23) warga Indonesia yang kini tinggal di Singapura. Di negeri oakley sunglasses sale yang mayoritas penduduknya non muslim itu, Komala menjadi supervisor Indonesian Restaurant, ‘Desa Kartika’, di An City, yang menjual makanan halal. Bahkan, sejak 1997 restauran itu sudah dengan sertifikat halal dari Majelis Ulama Singapura. Komala menjelaskan, “Dengan adanya sertifikat halal ini membuka kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati makanan yang halal.” Selain itu, ia menambahkan, bahwa respon masyarakat sangat bagus. “Karena pada dasarnya mencari restoran halal di Singapura sulit.” Pengunjungnya pun tidak hanya dari kalangan muslim.




Selain itu, wujud berkah bisa juga berupa melimpahnya karunia Allah. Diberikan kecukupan pada kebutuhan hidup. Atau, hidup itu sendiri bisa memberi manfaat yang bercabang-cabang. Ada orang-orang yang diberkahi cheap jordans online hidupnya, sehingga bisa memberi manfaat untuk orang banyak dalam urusan yang banyak pula. Ia, seperti kata seorang penyair, adalah orang satu yang bernilai seribu. Suatu hari, seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling cheap football jerseys mulia?” Rasulullah menjawab, “Ialah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Lalu orang itu bertanya lagi, “Siapakah seburuk-buruk orang?” Rasulullah menjawab, “Ialah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya.”

2. Tidak merasa punya musuh

Hidup secara halal akan membuat orang merdeka dalam arti yang sebenar-benarnya. Orang yang hidup secara halal, berarti berjalan dalam rel yang dibenarkan. Tidak melanggar larangan, tidak mengambil hak orang, dan tidak mendzalimi orang lain. Dengan cheap oakleys begitu, dalam hidupnya, ia tidak akan merasa punya musuh. Dan, itulah inti dari kemerdekaan.

Tentu saja, keyakinan ini tidak menafikan kejahatan yang bisa saja menimpa orang-orang yang merdeka tersebut. Kejahatan sangat mungkin menimpa orang-orang shalih sekalipun. Tetapi pengertiannya jauh berbeda, bahwa kejahatan itu memang murni datang sebagai musibah, dan bukan karena ia menciptakan musuh. Kejahatan bisa datang kepada siapa saja. Kepada orang baik maupun orang jahat. Tetapi yang membedakan, orang-orang yang hidup secara halal, tidak pernah menjadi penyebab awal dari kejahatan itu sendiri. Sebaliknya, kejahatan itu lahir dari keburukan penjahatnya sendiri sekaligus buah dari tipu daya syaitan atas para penjahat tersebut.

bersambung…

(Sumber: Tarbawi)