Beliau adalah Syaikh Abdul Karim Amrullah, lebih sering di panggil dengan sebutan Haji Rasul. Merupakan salah satu ulama yang tercatat dalam sejarah negeri ini, yang kukuh memegang prinsip, tak terbawa “arus” yang ditawarkan penguasa.

Beliau adalah Abdul Karim Amrullah, lebih sering di panggil Haji Rasul. Ulama asal ranah Minang, Minangkabau yang tak pernah gentar dalam mendakwah membangkitkan dan membakar semangat keberanian rakyat melawan penjajah, Belanda. Sekalipun, beliau selalu cheap nfl jerseys dikuntit intel Belanda kemana pun ia pergi, kemana pun ia berdakwah, tak pernah gentar hati oakley outlet dan jiwa Islam beliau. Tidak goyah walaupun wholesale nfl jerseys para intel dan budak Belanda itu siap melenyapkan nyawanya, tak peduli beliau sedang berdakwah.

Haji Rasul bukanlah seorang ulama yang bisa disetir oleh penguasa. Terlihat, saat beliau menjadi satu-satunya orang yang throwback jerseys tidak melakukan seikerei (gerakan membungkuk pada kaisar, yang gerakannya mirip dengan rukuk saat sholat) yang dilakukan rakyat jajahan saat kaisar Jepang meninggal. Haji Rasul menjadi satu-satunya orang yang melakukan seikerei, sekalipun beliau satu-satunya orang Indonesia yang duduk bersama para perwira Jepang. Alhasil, sikapnya ini amat kentara.




Pelayanan dan sikap pihak Jepang yang begitu berkesan, yakni beliau di tempatkan Jepang di hotel yang sangat mewah, Hotel Savoy Homan di jalan Asia Afrika (sekarang). Semua sikap yang seakan baik dari pihak Jepang itu, tidak membuat prinsip jati diri seorang Syaikh Abdul Karim Amrullah berubah. Padahal sikap beliau itu sama saja dengan sebuah tantangan pada Kaisar Jepang.

Hebatnya lagi, sehabis upacara pemakaman kaisar Jepang, Haji Rasul bicara tegas di depan hadirin, mengatakan ia menolak seikerei karena taat pada ketentuan Allah SWT. “Allah lah yang melarang saya turut melakukan upacara rukuk pada selain Dia,” ujarnya.

Haji Rasul menambahkan kalimatnya, yang juga jadi semacam warning, “Cobalah Tuan-Tuan lihat sekarang. 소상공인사업자대출 Paduka Tuan Kolonel tidaklah kecewa Wholesale Jerseys pada saya karena saya tetap berpegang teguh pada keyakinan agama saya. Sebab beliau pun orang yang taat setia pula pada agamanya sendiri.”

Akibat peristiwa itulah Haji Rasul tak lagi diikutsertakan Jepang pada setiap kegiatan. Malah, pihak Jepang langsung mengirimkan Haji Rasul kembali ke Jakarta, kediaman beliau sejak 1942 selepas keluar dari pembuangan Belanda di Sukabumi. Meski telah dikucilkan Jepang, sikap wibawa nan bersahaja dari sosok Haji Rasul tak sedikitpun berkurang. Terlihat saat Kepala Kantor Urusan Agama (Shumubu) Kolonel Horie datang ke rumah beliau, sungguh sedikit pun sikap beliau tak luntur.

bersambung…

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee