Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? (1) Itulah orang yang menghardik anak yatim, (2) Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. (3) Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (4) (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, (5) orang-orang yang berbuat riya’ (6) dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (7)

Menurut sebagian riwayat surat ini termasuk Makkiyah. Namun, sebagian riwayat lainnya mengatakan termasuk Makkiyah-Madaniyah. Tiga ayat pertama termasuk Makkiyah, sementara ayat lainnya termasuk Madaniyah. Pendapat yang kedua lebih diunggulkan, meskipun surat ini secara keseluruhan adalah satu kesatuan yang terpadu satu sama lain. Memiliki satu arah dalam menetapkan hakikat umum cheap jordans online di antara hakikat-hakikat aqidah ini. Hal inilah yang membuat kami nyaris cenderung menganggapnya sebagai surat Madaniyah secara keseluruhan. Karena pembahasan di dalamnya merupakan topik-topik Al Qur’an yang termasuk Madani. Yaitu berkaitan dengan kemunafikan dan riya yang belum dikenal oleh jamaah Muslim di Mekkah. Namun, adanya beberapa riwayat yang menyampaikan bahwa surat ini Makkiyah-Madaniyah tidak menolak kemungkinan diturunkannya empat ayat terakhir di Madinah dan penggabungannya dengan tiga ayat pertama, sebab adanya kesamaan dan kesatuan topik. Kita cukupkan penjelasan ini dan segera beralih kepada topik surat dan hakikat besar yang dipaparkannya.

Surat pendek yang memiliki sembilan ayat pendek ini sesungguhnya menjelaskan suatu hakikat besar yang hampir menggantikan secara total pemahaman yang menyebar luas mengenai keimanan dan kekafiran. Selain menjelaskan pula kepada jiwa akan hakikat mengagumkan mengenai tabiat aqidah ini, kebaikan besar dan agung yang tersimpan Ray Ban sale untuk ummat manusia, cheap football jerseys serta rahmat yang melimpah ruah yang dikehendaki Allah untuk manusia saat Dia mengutus kepada mereka risalah yang terakhir ini.




Agama ini sesungguhnya bukanlah agama yang hanya berkaitan dengan cheap oakleys sunglasses berbagai bentuk lahiriah dan ritual. Dalam Islam, berbagai lahiriyah ibadah dan syiar tidak akan bermanfaat jika tidak berlandaskan pada keikhlasan dan ketulusan kepada Allah, serta memberikan berbagai pengaruh–karena adanya keikhlasan ini ke dalam hati–sehingga mendorong untuk melaksanakan amal shalih dan tercermin dalam perilaku yang pada akhirnya membuat kehidupan manusia di bumi baik dan maju.

Agama ini bukan pula penggalan-penggalan dan serpihan-serpihan Sidebars berserakan dan terpenggal-penggal yang bisa dikerjakan dan diabaikan manusia sesuka hati. Namun, agama ini merupakan sistem yang menyeluruh (manhaj mutakamil), di NFL Jerseys China mana berbagai peribadahan dan syiarnya, serta berbagai kewajiban individual dan sosialnya saling bekerja sama dan terkait, sehingga keseluruhannya mencapai suatu tujuan yang sepenuhnya memberikan kemaslahatan mencapai suatu tujuan yang sepenuhnya memberikan kemaslahatan kepada manusia. Suatu tujuan yang dapat membersihkan hati, memperbaiki kehidupan, mendorong manusia untuk bersama dalam kebaikan, keshalihan dan pertumbuhan, serta mencerminkan rahmat Allah yang melimpah ruah kepada para hamba.

bersambung…

(Sumber: Tafsir Fi-Zhilalil Qur’an karya Ustadz Sayyid Quthb)