Hidayah Setelah Berniat Membunuh




Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah 2: 216)

Pada zaman Rasulullah SAW, banyak sekali sahabat beliau yang sebelum masuk Islam mereka adalah orang yang sangat memusuhi Rasul. Namun, karena mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, Ray Ban sale mereka berbalik menjadi pengikut yang setia.

Umair bin Wahab misalnya, ia adalah salah seorang kafirin yang mengungkapkan kekesalannya atas kemenangan umat Islam dalam sebuah peperangan. Bersama temannya yang bernama Shafwan bin Umayyahyang bersedia membayar Umair untuk bersekongkol, “Jika kau bisa membunuh Muhammad dan menyiksanya, aku Cheap MLB Jerseys akan memberimu 100 ekor unta. Dengan begitu kamu bisa melunasi semua hutang keluargamu dan keluargamu akan kujadikan bagian dari keluargaku.”




Mendapat tawaran yang cukup menggiurkan itu, Umair dengan senang hati menerimanya. Mereka berdua saling bekerja sama merahasiakan kesepakatan itu.

Lalu berangkatlah Umair ke Madinah membawa pedang yang sudah dilumuri racun. Malang, di tengah perjalan ia bertemu Umar bin Khattab ra, ia pun digiring untuk menghadap Rasulullah SAW.

“Dia adalah musuh Allah. Dia tidak datang kecuali untuk kejahatan. Dialah yang memprovokasi kita di Badar,” ujar Umar bin Khattab ra. “Apa maksud kedatanganmu ke sini?” tanya Umar dengan keras kepada Umair.

Bingunglah Umair menjawab pertanyaan itu. Ia berusaha berkelit karena begitu susahnya menjawab dengan jujur. Lalu ia pun berbohong, “Kedatanganku ke sini untuk menebus putraku yang kalian tawan.”

Atas petunjuk Allah, Rasulullah SAW mengetahui kebohongan Umair meskipun setiap ditanya Umair selalu berkelit. Akhirnya Rasulullah SAW berkata, “Aku tahu engkau telah bersiasat dengan Shafwan untuk membunuhku. Dengan melakukannya, Shafwan akan memberikanmu 100 ekor unta melunasi seluruh hutang keluargamu dan menjadikan keluargamu sebagai bagian dari keluarganya.”

Umair seketika kalang kabut. Bagaimana Rasulullah SAW submitted: bisa tahu rencana jahatnya? Bukankah tidak ada orang yang tahu selain dirinya dan Shafwan? Bukankah persekongkolan itu terjadi di Mekkah, bukan di Madinah?

Inilah yang akhirnya membuat Umair yakin tentang risalah yang diemban Rasulullah SAW. cheap jordans online Ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat, dan memeluk Islam. Tak lama, ia pun kembali ke Mekkah dan mengajak penduduk Mekkah masuk Islam.

Itulah tadi kisah Umair yang mendapat hidayah setelah berniat membunuh suri tauladan kita, baginda Rasulullah SAW. Sungguh, Allah SWT-lah yang memegang ubun-ubun kita. Dia lah yang memberi rahmat kepada oakley outlet siapapun yang dikehendaki-Nya. Cheap Jerseys From China Mungkin saja pada awalnya seseorang suka berbuat onar dan kejahatan.

Namun, tak ada yang tak mungkin atas kuasa Allah, seberapa keraspun hati kita, jika hidayah Allah ditakdirkan atas diri kita, maka semua akan berbalik. Hati yang keras dan penuh penyakit hati itu pun menjadi hati yang begitu baik budinya, begitu lembut tutur katanya, begitu elok perilakunya.

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee 

 

 

Leave a Reply