Bukti Cinta, Nyawa Taruhannya




Demi jiwaku yang berada dalam genggaman-Nya. Seseorang belum dikatakan beriman sebelum aku (Rasulullah) menjadi orang yang Cheap Oakleys lebih ia cintai daripada orangtua, anaknya, serta seluruh manusia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mungkin kita pernah mendengar kisah Laila dan Majnun. cheap jerseys wholesale Kisah sastra luar biasa dari Persia. Dimana Majnun tergila-gila pada Laila hingga menyebut dan selalu mengingat wanita pujaannya itu sepanjang waktu. Majnun sendiri berarti “tergila-gila cinta”. Disebut demikian karena cintanya tak bersambut pada Laila, sehingga ia menjadi gila. Kisah cinta ini sudah ada berabad-abad lamanya dan tetap menjadi telaah sastra yang menarik hingga saat ini.

Berbicara masalah cinta, memang terkadang banyak yang tak masuk akal. Banyak sekali mungkin. Tak jarang cinta membuat orang mau berkorban nyawa. Demikian pula rasa kecintaan para sahabat kepada Rasulullah SAW. Jangankan harta benda dan kekuasaan, mati demi meraih cinta Rasul pun tak mengapa cheap authentic jordans mereka lakukan.




Sahabat Abdurrahman bin Auf ra, menceritakan “Ketika aku berdiri di tengah-tengah barisan pasukan dalam  Perang Badar, aku melihat ke kiri dan kananku. fake oakleys Ternyata aku berada di antara dua pemuda Anshar yang masih belia. Aku pun berangan-angan bisa lebih kuat daripada keduanya. Salah satunya di antara mereka menyapaku dan bertanya, ‘Wahai Paman, apakah engkau mengenal Abu Jahal?’

“Ya, Apa perlumu dengan Abu Jahal, wahai Anak Saudaraku?” jawabku.

Pemuda itu menjawab, ‘Aku pernah diberi tahu bahwa dia selalu de mencela Rasulullah. Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak akan berpisah diriku dengannya sampai mati salah seorang di antara kami.’

Aku (Abdurarrahman) pun merasa kagum kepada pemuda itu. Kemudian pemuda yang satu juga menyapa dan mengatakan hal yang serupa padaku. Tidak lama setelah mereka bertanya padaku, aku melihat Abu Jahal sedang bergerak ke sana kemari diantara pasukan. Aku berkata kepada mereka berdua, ‘Lihat! Itulah orang yang kalian tanya padaku tadi.’

Keduanya pun bergegas menyerang Abu Jahal dengan pedang mereka lalu menebasnya hingga berhasil membunuhnya. Setelah itu, mereka pergi menghadap Rasulullah SAW, dan memberitahukan peristiwa tersebut. ‘Siapa di antara kalian yang membunuhnya?’ tanya Rasulullah. Keduanya menjawab, ‘Saya yang membunuhnya.’

Rasul bertanya lagi, ‘Apakah Cheap Jerseys From China kalian sudah membersihkan pedang kalian? Mereka menjawab, ‘Belum.’

Beliau mengamati pedang mereka, kemudian berkata, “Kalian berdua telah membunuhnya. Untuk sementara ini, barang-barang yang digeledah dari Abu Jahal menjadi milik Mu’adz bin Amr Ibnul Jamuh.’ Kedua pemuda itu adalah Mu’adz bin Afra dan Mu’adz bin Amr Ibnul Jamuh.”

Begitulah cinta. Perasaan yang mengalahkan ketakutan dan memberi energi dahsyat untuk berkorban apa pun demi orang yang dicintainya. Subhanallah.

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber : buku ‘Betapa Rasulullah Merindukanmu’ karya Abdillah F. Hasan)

Leave a Reply