Banyak langkah menggapai bahagia. Ada berjuta NFL Jerseys Cheap cara untuk meraih rasa tentram, untuk bisa tidur nyaman, berekspresi Samsung segar, dan menjalani hari penuh dengan gairah. Namun, ada lima hal penting yang bisa dibilang pilar dari semua langkah itu. Kelimanya terkait erat dengan kondisi hati, serta apa yang sangat mempengaruhi hati itu. Lalu dari sana, segala kebaikan itu bermula.

Pertama, bekali diri dengan ilmu agama.

Ilmu adalah landasan beramal. Ilmulah yang akan menuntun seseorang melakukan berbagai aktivitasnya secara benar dan sesuai dengan tuntunan syariat. Ilmu agama atau ilmu syariat bukan ilmu yang diperuntukkan bagi pelajar pesantran atau kalangan ulama saja. Setiap muslim harus memiliki standar ilmu kesilaman yang akan menjadi panduen dalam menjalani hidup. Tanpa ilmu, amal seseorang bisa saja bukan hanya ray ban sale tidak bernilai bahkan berbahaya dan membawa dosa.

Allah Swt berfirman tentang kesesatan orang-orang Arab jahiliyah yang menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal karena kebodohan tanpa ilmu. “Sesungguhnya rugilah orang-orang yang membunuh anak-anak cheap jerseys mereka karena kebodohan dan tidak mengetahui, dan mereka mengharamkan yang Allah telah rezekikan kepada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka itu sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk.” (QS. Al An’am: 140)




Bekal ilmu semakin penting diperlakukan oleh setiap muslim ketika cabang problematika hidup semakin bervariasi. Hukum interaksi di bank yang menganut sistem riba, hukum halal atau tidaknya produk makanan, hukum bermain valas, hukum asuransi, adalah sebagian kecil dari permasalahan yang kini banyak berkembang dalam kehidupan kita.

Setiap muslim tentu sebaiknya mengetahui duduk perkara setiap permasalah hidup itu, sehingga ia tidak terjerumus pada perkara yang syubhat terlebih lagi yang haram. Kebutuhan minimal dari ilmu agama yang kita perlukan adalah yang terkati dengan kebutuhan mendasar keseharian kita. Seperti terkait dengan pekerjaan, terkait dengan keluarga, dan lain sebagainya. Wawasan dan bacaan kita cheap jordans for sale harus terus ditingkatkan sesuai dengan realitas zaman yang dihadapi.

Kedua, jangan bosan membersihkan hati.

Sejujurnya kekuatan pertama diri kita ada di dalam hati. Karena hati akan memberi warna pada persepsi dan pandangan kita tentang segala sesuatu. Lalu persepsi itulah yang akan mendasari tindak-tanduk kita. Bila hati kita bersih, kita bisa meniti hidup yang halal. Untuk kemudian memetik satu demi satu karunia Allah Swt. Suatu hari, seperti diriwayatkan Abdullah bin Amr, Rasulullah ditanya, “Siapakah orang yang paling mulia itu wahai Rasulullah?” Ia menjawab, “Orang yang bersih hatinya, lurus lidahnya.” Para sahabat berkata, “Orang yang jujur lisannya kita bisa mengetahuinya. Tapi orang yang bersih hatinya, bagaimana? Rasulullah cheap nfl jerseys menjawab, “Ialah orang yang bertakwa, bersih, tidak berdosa, tidak bebuat fasik, tidak dengki, dan tidak hasad.” (HR Ibnu Majah)

(Sumber: Majalah Tarbawi)