Sebelum Segalanya Berakhir




Suatu ketika bertanyalah seorang sahabat kepada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah, amal apa yang paling dicintai Allah?” Rasulullah SAW menjawab, “Engkau mati dan lidahmu basah dalam dzikrullah..” (HR. Abu Daud)

Semoga Allah SWT memberi kenikmatan pada kita untuk meninggalkan dunia dalam keadaan dzikrullah. Menjadikan akhir batas usia kita dengan dzikrullah. Menuntaskan seluruh peran kita dalam hidup dengan dzikrullah. Mengakhiri seluruh kesibukan dan pekerjaan kita di dunia dengan dzikrullah. Menutup semua ucapan lisan kita dalam keadaan basah karena dzikrullah.

Dzikrullah, menurut Ibnul Qayyim rahimahullah, adalah bukti kecintaan hati seorang hamba kepada Alllah. “Jika hati tidak diisi dengan cinta Allah SWT maka ia pasti diisi oleh cinta kepada makhluk yang lain.” (Al Wabil Ash Shaib, 166)




Jika kita bertanya pada diri sendiri, tentang seberapa besar kita mencintai Allah SWT. Maka, jawabnya adalah seberapa sering atau mengukur sebatas apa dzikrullah yang kita lakukan.

Sungguh banyak kisah akhir kehidupan seseorang yang dapat kita jadikan pelajaran. Tak terhitung pelajaran sangat berharga yang kita rasakan dari kematian saudara-saudara kita. Namun, bagaimana dengan jalan cerita akhir kehidupan kita? Bagaimana keadaan kita tatkala nanti meninggal dunia? Bagaimana kita mengakhiri hidup kita? Dan, apa yang kita lakukan di detik-detik akhir usia kita? Lalu, tak kalah penting adalah apa perkataan orang-orang yang mengenal tentang kita? Akan kebaikan cheap jordans online kita di ingat? Atau tak ada kebaikan yang kita perbuatan sehingga kematian kita seakan menjadi kabar gembira untuk mereka yang mengenal kita?

Tak sedikit orang-orang di penghujung nafasnya di tutup dengan menyebutkan harta kekayaannya, menyebutkan Cheap nfl Jerseys orang yang dicintainya, menyebutkan hal-hal yang belum sempat ia lakukan, tidak terlintas sedikit pun kalimat tauhid di masa akhir kehidupannya. Maukah kita seperti itu?

Orang-orang yang mengisi waktu akhir hidupnya dengan kalimat tauhid, ayat-ayat Al-Quran, beristighfar dan berdzikir, maka itulah kalimat yang akan keluar dari bibir mereka mengakhiri perjalanan hidup di dunia. “Orang yang sibuk dengan Allah, dengan dzikrullah, dengan cinta Allah dalam hidupnya. Akan sangat merasa perlu dengan itu semua tatkala ruh keluar dari dirinya menuju replica oakleys Allah.” (Thariqul Hijratain wa Babus Sa’adatain, News! Ibnul Qayyim)

Inilah yang juga disebutkan oleh para salafushalih sebagai Ray Ban Outlet kenikmatan tak tertandingkan Cheap Jordans Sale dalam kehidupan di dunia. “Kasihan sekali orang yang merasakan hidup di dunia, tapi meninggalkan dunia tanpa belum merasakan nikmatnya sesuatu yang paling nikmat di dunia.” Seseorang bertanya, ‘Apa yang paling nikmat di dunia itu?’ “Cinta pada Allah SWT, merasa dekat dengan Allah SWT, rindu bertemu Allah SWT dan berpaling dari segala sesuatu selain Allah SWT.” (Al Jawabul Kafi)

 

Oleh : Chairunnisa Dhiee (sumber buku ‘Tarbawi’ edisi 45)

Leave a Reply