Seorang mukmin memang tidak boleh bosan untuk membersihkan hati. Perjalanan hidup sehari-hari, Adaptações sangat mungkin meninggalkan sisa-sisa kotoran. Hingga hati menjadi pekat dan kehilangan kepekaan. Tak berlebihan, bila Rasulullah Saw bersabda, “Seorang mukmin itu terhormat (tidak pandai berbuat kejahatan) dan wholesale nfl jerseys mulia, sedang orang yang fajir itu penipu, pembuat kerusakan dan buas.” (HR Tirmidzi)

Merenung, menghayati, merasakan, berkontemplasi adalah contoh-contoh dari sarana praktik membersihkan hati. Kita bisa memilihnya mana yang kita suka. Pada Baratas Replicas Ray Ban saat itu, tinggal diiringi dengan istighfar, memohon ampun kepada Allah, serta memandang segala sesuatu seobjektif mungkin, sesuai kadar-kadar yang diatur Allah Swt.

Ketiga, jauhi yang tidak jelas kehalalannya.

Seperti dijelaskan di muka, pengaruh makanan terhadap rasa tentram sangat besar. Tak heran bila para sahabat dan orang-orang shalih dahulu kala tidak pernah berani dan gegabah untuk mengonsumsi barang-barang yang tidak jelas. Seperti kisah dua orang yang diceritakan Rasulullah Saw berikut.




Suatu hari ada orang yang membeli rumah. Ternyata didapati dalam rumah itu ada sebuah tempat yang di dalamnya ada emas. Sang pembeli mengembalikan emas itu seraya berkata, “Ambillah emasmu. Aku membeli rumah dari engkau, dan bukan membeli emas.” Yang memiliki rumah tidak mau menerima emas itu seraya berkata, “Sesungguhnya aku telah menjual tanah dan apa yang ada di sana.”

Akhirnya keduanya membawa masalah tersebut kepada seseorang. Maka orang yang dimintai memutuskan perkara itu berkata, “Apakah kalian memiliki budak?” Yang satu menjawab, ray ban outlet “Ya aku memiliki budak laki-laki.” Yang kedua berkata, “Ya, aku memiliki budak perempuan.” Akhirnya nfl jerseys cheap orang yang dimintai untuk menghukumi itu berkata, “Nikahkanlah keduanya, dan jadikanlah emas itu untuk biaya pernikahannya.” (HR Bukhari)

Yang halal itu jelas, dan yang haram itu jelas. Apa-apa yang tidak jelas haram halalnya, adalah wilayah abu-abu yang meragukan. Maka, seorang muslim sebaiknya juga meninggalkan apa-apa yang meragukan. Hal itu tidak saja demi kebaikan dan ketenangan batin. Tapi, lebih jauh, itu merupakan tangga-tangga menuju derajat ketaqwaan. Rasulullah Saw bersabda, “Tidaklah seseorang itu bisa mencapai derajat muttaqin, hingga ia meninggalkan apa-apa yang sebenarnya tidak apa-apa karena takut kalau ada dosanya.”

Keempat, ray ban outlet nikmati yang pasti kehalalannya.

Apa-apa yang haram memang dilarang. Tetapi apa yang halal, nikmati dan terima sebagai karunia dengan penuh rasa syukur. Apa-apa yang diharamkan Allah pasti bisa ditemui gantinya yang halal, bahkan telah lebih dari cukup.

Di dalam Al Qur’an, Allah Swt menjelaskan, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hambaNya, dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” (QS. Ar Ra’d: 32)

bersambung…

(Sumber: Tarbawi)