Tidak semua kemungkaran harus disikapi dengan kekerasan. Sikap para salafushalih banyak menunjukkan ketegasan mereka dalam beramar ma’ruf nahyul mungkar. Akkibatnya, tak jarang mereka mengalami cobaan yang cukup berat dari sekadar cacian, diasingkan, dikucilkan bahkan dibunuh. 

Namun, perlu kita ingat ketegasan dan juga konsekuensi yang mereka terima itu tidak lantas menjadikan mereka memiliki karakter yang keras. Mereka tetap memiliki sifat lemah lembut untuk mengubah kemungkaran. Sufyan Ats-Tsauri mengatakan, orang yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar tidak terlepas dari tiga kriteria, yaitu :

1. Seorang yang lembut dalam menyuruh dan melarang,

2. Berlaku adil dengan apa yang ia suruh cheap jordans for sale dan ia larang,




3. Mengetahui apa yang ia suruh dan larang

Pada saat yang sama, pencegahan kemungkaran juga harus diartikan penawaran alternatif yang baik untuk menutupi kemungkaran tersebut. Disinilah kita perlu mempersiapkan dan memiliki orang-orang yang mumpuni, yang mampu memberikan alternatif pengganti kemungkaran tersebut.

Mencegah kemungkaran di media massa dapat kita lakukan, misalnya, dengan mendorong untuk memberi alternatif media massa yang lebih baik. Dan, pada level pemerintahan, kita dapat mencegah kemungkaran dengan memberi alternatif agenda dan aksi politik yang lebih baik. Pada dunia perbankan, setidaknya kita dapat memberi alternatif bank non riba. Begitulah seterusnya.

Mencegah kemungkaran memang tidaklah mudah, dan tidak semua orang akan Cheap Jordans berpihak dan setuju dengan kita. Karena beratnya tugas yang harus dipikul, mencegah dan melawan kemungkaran juga harus didahului dengan rangkaian pendidikan dan jordans for sale pembentukan manusia beriman yang dapat mengemban misi pencegahan kemungkaran itu secara benar.

Yaitu pembinaan manusia mukmin yang dapat mengemban misi dakwah, bertanggung jawab menyebarkan risalah Islam, tidak kikir terhadap harta benda dan jiwanya dalam melakukan perjuangan di jalan Allah. Pada saat yang sama dia merupakan contoh hidup yang dapat menerapkan nilai-nilai agama dalam dirinya, sekaligus menarik orang lain untuk melakukan hal yang sama

Selain itu juga, mencegah kemungkaran tidak boleh menjadi aksi sporadis yang dilakukan tanpa perencanaan matang. Agar pencegahan terhadap kemungkaran tidak melahirkan efek yang lebih buruk, para ulama menetapkan beberapa pertimbangan dalam mencegah kemungkaran. Bahwa yang dimaksud kemungkaran itu benar-benar sesuatu yang secara hukum masuk kategori mungkar. Sebab, ada kalanya, sesuatu yang sebenarnya mubah, menurut orang lain dipandang mungkar.

Upaya by mencegah kemungkaran tersebut tidak boleh melahirkan kemungkaran baru, apalagi lebih besar. Jika tindakan menghilangkan kemungkaran tersebut mengakibatkan kemungkaran yang sama, maka hal itu perlu pertimbangan lebih lanjut lalu mengambil tindakan yang sesuai. Karena itulah, sebuah perlawanan terhadap kemungkaran harus direncanakan secara komprehensif dan matang.

Dalam Al-Quran, Allah Subhanahu wa ta’ala pun mengatakan bahwa orang yang mencegah kemungkaran adalah mereka yang diberi discount football jerseys kedudukan di bumi. Dan, kedudukan itu tak membuat manusia tersebut lantas dengan mudah melupakan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang hamba. Orang-orang yang seperti inilah yang cheap oakleys diberi kemampuan oleh Allah Ta’ala untuk mencegah manusia lainnya dari kemungkaran.

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan kepada Allah-lah kembali segala urusan (QS. Al-Hajj[22] : 40-41)

 

sumber: Majalah Tarbawi Edisi 45 Kolom Dirosat