Mulianya Peran Seorang Ibu




Setiap tanggal 22 Desember kita memperingati Hari Ibu. Sebagai sosok yang sangat berjasa dalam hidup kita, memang sudah selayaknya ada hari peringatan demikian. Biasanya di hari itu kita diramaikan oleh foto para ibu di media sosial, ataupun tulisan-tulisan yang menyangkut tentang ibu. Hari Ibu dapat menjadi momentum yang tepat untuk kita melakukan hal-hal spesial untuk ibunda—yang mungkin jarang kita lakukan sehari-harinya—mengucapkan terima kasih, mengambil foto bersama, memberikan hadiah, dan sebagainya.

Peringatan Hari Ibu juga mengingatkan kepada kita betapa pentingnya peran seorang ibu. Selain sebagai sosok yang memiliki kasih sayang tak terbatas, ibu jordans for cheap adalah sosok pelindung dan pendidik tanpa lelah. Setiap ibu akan menghabiskan setiap detik waktunya mengingat sang buah hati. Tidak jarang kita melihat aksi heroik para ibu dalam menyelamatkan cheap jerseys anak-anaknya. Misalnya dalam dua film yang Meer! sama-sama diperankan oleh aktris Jodi Foster, Panic Room dan Flightplan. Di sana kita melihat aksi heroik si peran ibu melindungi dan menyelamatkan anaknya.

Tentu itu hanya gambaran secuil saja, karena di dunia nyata kita pun melihat para ibu hebat yang mampu mendidik anaknya menjadi sosok luar biasa. Seperti ibunda dari ulama besar Imam Syafi’i. Ibunda Imam Syafi’i membesarkan putranya tersebut seorang diri karena suaminya telah meninggal. Ia mendidik putranya dengan selalu memotivasi agar selalu belajar dan belajar. Beliau mendatangkan guru-guru untuk membantu belajar putranya kala itu. Hingga kemudian di usianya yang ketujuh, Imam Cheap Ray Bans Syafi’I telah hafal Al Qur’an.




Ada pula ibunda dari pahlawan sang penakluk Konstantinopel, Muhammad cheap football jerseys china Al Fatih. Di balik sosoknya yang begitu luar bisa hingga mampu menaklukan negeri Konstantinopel saat tidak ada orang lain yang mampu melakukannya, ibunda Al Fatih mendidik putranya dengan cemerlang. Sosok Al Fatih tumbuh dengan memiliki tanggung jawab penuh terhadap ibadah kepada Tuhannya. Ia tidak pernah meninggalkan bahkan ibadah sunnah seperti shalat tahajud dan puasa. Tidak mengherankan ketika pribadi yang diliputi ghirah positif dan mencintai agamanya membawa Al Fatih menjadi pemimpin yang menyejarah karena jasanya dalam menaklukan negeri di bawah bendera Islam.

Menjadi ibu bukan pekerjaan yang remeh temeh. Menjadi ibu adalah pekerjaan yang sulit sekaligus mulia. Menjadi seorang ibu tidak serta merta hanya berada dalam satu peran, melainkan dalam banyak peran. Ibu tidaklah hanya seorang ibu, tetapi juga istri, anak, menantu, pendidik, pelindung, pembuat kebijakan keluarga, juga anggota masyarakat. Tidak heran jika ada ungkapan ‘surga di telapak kaki ibu’ yang menggambarkan bahwa letak surga ada di bawah bakti kita kepada ibu.

Islam pun sangat memuliakan sosok ibu, sebagaimana hadits Rasulullah Saw.

“Ya Rasulullah, wholesale nfl jerseys siapakah orang yang harus aku hormati di dunia ini?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Kemudian dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Kemudian siapa lagi ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Laki-laki itu pun bertanya lagi, “Setelah itu siapa ya Rasulullah?” Kali ini Rasulullah menjawab, “Bapakmu.”

Keberadaan ibu tidak hanya penting dalam lingkup anak-anak dan keluarga saja. Ibu adalah tiang negara. Kehadiran ibu yang luar biasa dapat menopang sebuah bangsa. Ibu yang hebat akan melahirkan peradaban yang juga hebat. Karena dari Rahim mereka dan dalam didikan merekalah akan tumbuh generasi cerdas dan berkualitas yang membentuk peradaban sebuah bangsa.

Allahua’lam.

 

oleh: An Nisaa Gettar

Leave a Reply