Mengaitkan Hukum Jihad dan Fiqih Politik (Bag 2)




Misi tersebut telah dimulai sejak 98 H, yaitu ketika Sualiman ibn Abdul Malik mengirimkan delapan puluh ribu pasukan ray ban sunglasses sale untuk mewujudkan apa yang tidak bisa direalisasikan oleh pendahulunya, Muawiyah ibn Abu Sufyan, untuk menguasai kunci Eropa Timur untuk kemudian pergi menuju pusat benua. Akan tetapi, di hadapan benteng Konstantinopel dan laut dari tiga penjuru, seluruh usaha tersebut tidak mendapatkan hasil apapun. Misi itu pun mendapatkan tekanan yang lebih besar daripada tekanan misi sebelumnya sehingga harus memaksa pasukan memakan binatang-binatang melata, karena rasa lapar yang menyerang mereka.

Umar pun menduduki jabatan khalifah. Apakah dia ridha jika saudara-saudara dan anak-anaknya meninggal di sana dengan sia-sia? Dia merasakan dan sangat menyadari ayat, ‘Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam lubang kebinasaan.’ (QS Al Baqarah [2]: 195). Apakah Umar ridha jika pasukannya disiksa oleh kelaparan, dibakar oleh api Yunani, dilumpuhkan oleh udara yang sangat dingin, dilanda putus asa dan keterasingan tanpa ada harapan sedikit pun untuk mendapatkan kemenangan?”

Dr. Imaduddin menjelaskan bahwa logika para komandan militer wholesale jerseys tidak akan terlihat baik apabila melakukan penyerangan yang tidak berguna dan membuat orang-orang menjadi korban seperti fatamorgana. Logika para komandan militer tersebut justru akan diuji pada saat-saat bahaya. Dan, seorang komandan yang bijak pasti akan bisa ray ban sunglasses melewati ujian tersebut dengan kemampuannya yang sangat menakjubkan.




Dalam Perang Mut’ah, Khalid ibn Walid sebenarnya bisa membawa umat Islam ke dalam pertempuran bunuh diri–setelah mereka dikalahkan oleh bangsa Romawi dan ketiga komandan Islam dibunuh–dan menjadikan pasukannya sebagai tumbal untuk bendera dakwah yang diangkat panjinya untuk Kerajaan Romawi. Akan tetapi, kebijakan Khalid ibn Walid mencegahnya dari hal tersebut. Pandangannya yang cerdas membuatnya melakukan penarikan pasukan dan menjaga nyawa tentaranya. Akhirnya, hikmah Allah dan kepiawaian pedang Khalid memainkan peranan yang sangat penting, tepatnya pada pertempuran sengit yang dipimpin oleh Usamah ibn Zaid. Jika saja Napoleon dan fake oakleys Hitler bisa menarik pasukan Rusia ketika mereka melewati masa-masa kekalahan, udara dingin, kelaparan, Monterrey dan kematian, mereka berdua pasti akan membuat sejarah baru.

Umar ibn Abdul Aziz–yang mengatur rakyatnya dari Cheap Jerseys Damaskus–bisa saja melakukan hal-hal yang gegabah. Dengan harapan bahwa sejarah akan mencatat Umar ibn Abdul Aziz mampu merobohkan pintu Eropa Timur, sehingga membuka jalan bagi pasukannya untuk menguasai arah-arah empat benua. Akan tetapi, Umar tidak ingin mendapatkan kemuliaan dengan cara seperti itu, karena dia bertanggung jawab terhadap satu tetes darah yang jatuh untuk mendapatkan tujuan-tujuan jauh. Karena itu, tanpa ragu, Umar mengutus Maslamah ibn Abdul Malik supaya menarik pasukan yang masih tersisa. Agar penarikan tersebut bisa dilakukan dengan selamat, Umar mengirim kuda dan makanan yang sangat banyak. Dia mendorong masyarakat–yang dilalui oleh pasukan–untuk menolong dan memberikan bantuan kepada pasukan.

bersambung…

(Sumber: Kita Fiqih Jihad oleh Ustadz Yusuf Qardhawi)

 

Leave a Reply