Dalam kita Al Fawaid, Ibnul Qayyim menulis bahwa mungkin syaitan yang dengki, gembira dengan jatuhnya Adam dan Hawa ke lembah dosa dan terpeleset dari surga. Tapi sesungguhnya keluarnya Adam dan Hawa dari surga menyebabkan lahirnya banyak karunia Allah kepada manusia, karena kemudian lahir anak cucu yang kelak menjadi khalifah di muka bumi. Bahkan ada hadits Rasulullah yang menyebutkan, “Dan demi dzat yang diriku ada di kekuasaan-Nya, jika wholesale jerseys kalian tidak melakukan dosa, niscaya personas Allah akan melenyapkan kalian lalu akan mendatangkan kaum lain yang akan berdosa, kemudian mereka bertaubat dan Allah menerima taubat mereka.” (HR Muslim)

[baca sebelumnya: Agar Kesalahan Menjadi Pintu Kebaikan (bag. 1)]

Ibnul Qayyim setelah itu, memberi komentar sangat indah bahwa ketika Adam dikeluarkan dari surga karena kesalahannya, tidak berarti bahwa Allah tidak mempedulikannya. Allah tetap memelihara keturunan Adam dan anak cucunya. Karena selanjutnya, Allah pun tetap akan memberikan surga untuk Adam dan anak cucunya yang beriman dan taat kepada Allah, selama-lamanya. “Jadi, dikeluarkannya Adam dari surga seolah hanya sementara waktu untuk menyempurnakan bangunan surga itu sendiri. Sama seperti manusia yang ingin melakukan renovasi tempat tinggal lalu ia harus keluar dari rumah itu sementara dan kembali lagi,” tulis Ibnul Qayyim rahimahullah.




Ibnul Qayyim juga menggarisbawahi bahwa meski dengan segala keutamaan yang Allah berikan kepada Nabi Adam, namun Nabi Adam tetap menyadari kesalahannya dan menempuh jalan untuk kembali kepada Allah, memohon ampun terhadap kemaksiatan yang dilakukannya. Karena itulah, doa Nabiyullah Adam a.s., yang disebutkan dalam Al Qur’an berbunyi, “Ya Rabb kami, kami telah mendzalimi diri kami sendiri dan jika Engkau tidak memberi ampun kepada kami niscaya ray ban sunglasses sale kami menjadi orang-orang yang merugi…” Kesalahan telah membuat Adam merasakan kedekatan dan ketergantungan luar biasa kepada Allah Swt.

Saudaraku,

Demikianlah. Kemaksiatan dan dosa, ternyata bisa saja menjadi pintu kebaikan bagi pelakunya. Syaratnya hanya satu, yakni perbaharui taubat. Pintu kebaikan ada di mana saja. Termasuk di hadapan pelaku kemaksiatan. Jangan mencela berlebihan perilaku maksiat yang dilakukan orang lain. Karena mungkin saja, di sisi lain, kemaksiatan itu ternyata melecut pelakunya untuk melakukan keshalihan yang bisa jadi kita sama sekali tidak mampu melakukannya.

Tinggalkan kemaksiatan, sesali dosa, perbaharui taubat, jangan biarkan diri hanyut dalam nikmatnya ayunan kesalahan. Ingat saudaraku, jika kita ikhlas Allah pasti akan menggantikan kenikmatan dosa yang kita tinggalkan dengan sesuatu yang jau lebih indah dan nikmat sejak di dunia, terlebih di akhirat. Dengarkanlah perkataan yang diucapkan Ibnu Sirin, seorang tokoh ulama di zaman Tabiin yang terkenal memiliki kepekaan spiritual di zamannya. Ia mengatakan, “Tidak ada seorangpun yang meninggalkan suatu keburukan yang ia rasakan nikmat, hanya karena Allah, kecuali pasti ia akan menemukan gantinya dari Allah…”

Atau, perhatikanlah sabda Rasulullah Saw, cheap nfl jerseys “Barangsiapa yang memalingkan pandangan dari sesuatu yang haram, maka Allah akan berikat satu titik cahaya dalam hatinya…”

Saudaraku,

“Semoga Allah merahmati hamba yang berkata pada jiwanya, ‘Bukankah kamu telah melakukan Ray Ban Outlet ini? Bukankah kamu telah melakukan ini? Lalu ia mengikat jiwanya bahkan memukulnya, dan setelah itu ia mengurung jiwanya untuk selalu taat sesuai perintah Allah sampai ia menjadi komando bagi jiwanya dan bukan sebaliknya dikomando oleh nafsunya,’” begitu ucapan Malik bin Dinar.

Tengadahkan tangan saudaraku, kita sama sama berdoa: “Ya Allah jadikan kondisi rahasiaku lebih baik daripada kondisi lahirku. Dan jadikanlah kondisi lahirku itu baik. Jadikanlah batinku lebih baik dari lahirku. Dan jadikanlah batinku lebih baik dari lahirku. Dan jadikanlah lahirku baik. Ya Allah aku berlindung padamu dari menganggap diriku besar, tapi Engkau mengangapku kecil. Ya Allah… aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemarahanMu. Aku berlindung cheap jordans for sale dengan maaf-Mu dan adzab-Mu…”

 

oleh : Muhammad Nursani

sumber: Majalah Tarbawi