Di Bawah Naungan Al Qur’an – Al Kaafirun (Bag 4)




Sesungguhnya berbagai pandangan jahiliyah telah tercampur aduk dengan berbagai pandangan keimanan. Khususnya pada berbagai kelompok yang pernah mengenal aqidah Islam, tapi kemudian menyimpang darinya. Berbagai kelompok ini adalah kelompok yang paling buruk kemaksiatannya kepada keimanan dalam bentuknya yang jernih dari noda, pelanggaran, dan penyimpangan. Lebih buruk kemaksiatannya dibandingkan kelompok yang tidak mengenal aqidah Islam sama sekali. Hal ini karena mereka menganggap diri mereka telah mendapat petunjuk, padahal berbagai penyimpangan semakin jauh dan 275 parah. Tercampurnya berbagai keyakinan dan amal perbuatan, serta kebaikan dan kerusakan pada kelompok tersebut, kadang-kadang menggoda seorang juru dakwah untuk bersikap optimis dalam menariknya, jika dia mengakui sisi kebaikannya dan mencoba memperbaiki sisi yang rusak. Padahal godaan ini sangat membahayakan!

Sesungguhnya jahiliyah adalah jahiliyah, dan Islam adalah Islam. Perbedaan antara keduanya sangatlah jauh. Sementara jalan (yang harus ditempuh) adalah dengan keluar Wholesale Jerseys dari jahiliyah secara total menuju Islam secara total. Yaitu melepaskan diri (insilakh) dari jahiliyah dengan segala hal yang ada padanya dan melakukan hijrah kepada Islam dengan sesuatu yang melekat padanya.

Langkah pertama di jalan ini adalah Cheap Jerseys From China tamaiyyuz (ciri khas) sang juru dakwah dan kesadarannya untuk melakukan isolasi total dari kejahiliyahan dalam sudut pandang, manhaj, dan amal perbuatan. Isolasi (in’izal) yang tidak membolehkan adanya titik temu di jalan tengah; serta pemisahan (infishal) yang menolak adanya kerja sama, kecuali jika para penganut jahiliyah tersebut sudah berpindah dari cheap nfl jerseys wholesale jahiliyah mereka secara total kepada Islam.




Tidak ada tambal sulam (tarqi’). Tidak ada kompromi. Tidak ada pertemuan di jalan tengah. Betapapun jahiliyah telah berpakaian dengan pakaian Islam, atau mendakwahkan atribut ini.

Adanya gambaran berbeda dalam perasaan dan kesadaran sang juru dakwah adalah batu fondasi. Perasaan dan kesadaran bahwa ia adalah sesuatu yang berbeda dari mereka. Bagi mereka agama mereka dan baginya agamanya. Bagi mereka jalan mereka dan baginya jalannya. Ia tidak boleh berjalan bersama mereka satu langkah pun di jalan mereka. Bahkan tugasnya adalah mengajak mereka berjalan di jalannya, tanpa basa-basi, dan tanpa melepas sesuatu dari agamanya, sedikit atau banyak.

Jika tidak, maka sikap yang harus dilakukan adalah berlepas diri dari jahiliyah secara total (bara’ah kamilah), pemisahan total (mufashalah tammah), dan ketegasan yang transparan. “Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.”

Sungguh para juru dakwah Islam saat ini sangat memerlukan bara’ah (pelepasan diri dari jahiliyah), pemisahan, dan ketegasan ini. Mereka sangat memerlukan kesadaran cheap jerseys wholesale bahwa mereka tengah membangun Islam dari awal di dalam lingkungan jahiliyah yang menyimpang, serta di tengah manusia yang pernah mengenal aqidah, lalu setelah perjalanan waktu yang panjang “hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka menjadi fasiq.” Serta bahwa tidak ada kompromi di sana, tidak ada penemuan di jalan tengah, tidak ada perbaikan cacat, dan tidak ada tambah sulam manhaj. Yang ada hanyalah dakwah kepada Islam sebagaimana dakwah kepada Islam kali pertama, dakwah di tengah jahiliyah, dan tamaiyyuz (perbedaan) total dari jahiliyah. “Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.” Inilah agamaku: Tauhid murni yang menerima seluruh sudut pandang, nilai, aqidah, dan syariatnya dari Allah tanpa sekutu. Semuanya. Di setiap aspek kehidupan dan perilaku.

Tanpa pemisahan ini akan tetap ada kekaburan, basa-basi, campur aduk, dan tambal sulam. Padahal dakwah kepada Islam tidak tegak di atas dasar-dasar yang cacat, lemah, dan rapuh. Sesungguhnya dakwah Oakleys Outlet Islam hanya tegak di atas landasan ketegasan, transparansi, keberanian, dan kejelasan.

Inilah jalan dakwah yang pertama: “Untuk kalianlah agama kalian, dan untukkulah agamaku.”

Leave a Reply